Berita Lahat

Asalkan Irigasi Jebol Segera Diperbaiki, Pemkab Lahat Optimis Hasil Panen Padi Naik 10 Persen

Dari upaya tersebut dinas RPH dan Nak optimis, hasil panen padi di lahat tahun ini, akan lebih tinggi sekitar 5-10 persen dibanding tahun 2024. 

|
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dokumentasi Dinas TPH dan Nak Lahat
TANAM PADI -- Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Lahat, Ahmad Firdaus saat turut menanam padi bersama petani padi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPH dan Nak) Kabupaten Lahat lakukan upaya peningkatan indeks masa tanam, peningkatan produktivitas dan perluasan lahan pertanian. 

Dari upaya tersebut dinas RPH dan Nak optimis, hasil panen padi tahun ini, akan lebih tinggi sekitar 5-10 persen dibanding tahun 2024. 

Plt Kepala Dinas TPH dan Nak Lahat, Pukatul Jadi SP MM melalui, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ahmad Firdaus SP MMA menerangkan, saat ini luas sawah di Kabupaten Lahat  12.652 hektar, dengan luas tanam seluas 17.234 hektar.

Sedangkan berdasarkan data BPS Lahat dari angka sementara hasil pertanian tahun 2024, luas panen seluas 12.665 hektar dengan produksi gabah sebanyak 63.351 ton atau beras 36.380 ton pertahun.

"Kita menargetkan ada kenaikan produktivitas 5-10 persen dibanding tahun 2024. Asalkan irigasi yang jebol, segera diperbaiki, sehingga tidak ada lahan yang tidak berfungsi," terang Ahmad Firdaus, Jumat (28/2/2025).

Ahmad Firdaus menambahkan, dari catatan tahun 2024 lalu, luas baku sawah tertinggi berada di Kecamatan Kota Agung, seluas 1.232,76 hektar.

Di posisi terluas kedua di Kecamatan Tanjung Tebat, seluas 1.202,32 hektar.

Sedangkan diposisi ketiga di Kecamatan Kikim Selatan, seluas 1.020,31 hektar.

"Untuk luas baku sawah terendah ada di Kecamatan Kikim Barat, hanya seluas 41,38 hektar, lalu Kecamatan Gumay Talang hanya 67,84 hektar," tambahnya.

Namun Ahmad Firdaus menyebut, dari jumlah luas baku sawah tersebut, ada beberapa lahan pertanian terpaksa tidak bisa digunakan, karena irigasi jebol.

Seperti irigasi di Kecamatan Mulak Ulu, Kota Agung, Tanjung Tebat, Jarai Area dan Kikim Area. Yang terluas terdampak di Desa Gramat, Kecamatan Mulak Ulu.

"Jika irigasi yang rusak tersebut sudah diperbaiki semua, kita optimis hasil panen padi di Kabupaten Lahat akan lebih jauh meningkat. Terutama irigasi di Desa Gramat, karena area sawah yang terdampak cukup luas," ujarnya.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved