Bulan Syaban

2 Contoh Teks Ceramah Malam Nisfu Syaban 1446H/2025, Singkat dan Bermakna Untuk Referensi

Mengingat keistimewaan bulan Syaban, kebanyakan kaum muslim memanfaatkan waktu itu untuk memperbaiki amal ibadahnya, di antaranya melakukan puasa sunn

Tribunsumsel.com
CERAMAH NISFU SYABAN - Ilustrasi orang sedang melakukan pidato di atas meja mimbar. Inilah 2 Contoh Teks Ceramah Malam Nisfu Syaban 1446H/2025, Singkat dan Bermakna Untuk Referensi 

Bulan Syaban adalah penanda sebelum Ramadhan. Menurut sebuah hadis, Syaban sering dilupakan manusia karena posisinya yang berada di antara Rajab dan Ramadhan.

Meskipun demikian, Rasulullah SAW sudah mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berpuasa selama bulan Syaban. Alasannya, bulan ini adalah waktu diangkatnya amal kebaikan umat manusia.

"Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa," (HR Abu Dawud dan Nasa’i).

Dikisahkan oleh Aisyah dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunah lebih banyak daripada ketika datang bulan Syaban. Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada diri sendiri maupun jamaah sekalian untuk semakin memperbanyak puasa sunah sebagai salah satu amalan bulan Syaban.

Jamaah sekalian yang sangat dimuliakan....

Selama bulan Syaban juga dikenal dengan sebutan Nishfu Sya’ban, yakni malam pertengahan bulan Syaban.

"Allah ‘azza wa jalla melihat (amalan) hamba-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluknya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan," (HR At-Thabrani).

Berangkat dari hadis di atas, amalan berikutnya yang bisa dijalankan dalam rangka mengisi bulan Syaban ialah dengan memanfaatkan Nishfu Sya’ban untuk meningkatkan doa di malam hari.

Harapannya ialah catatan amal baik manusia diterima Allah SWT. Sebaliknya, amal buruk diampuni oleh-Nya. Kenapa hal ini dilakukan? Karena bertepatan dengan momen diangkatnya amal perbuatan manusia ke hadapan Sang Pencipta.

Hadirin sekalian yang kami hormati......

Bulan Syaban juga diwarnai sejumlah peristiwa penting dalam Islam. Selain diangkatnya seluruh amal perbuatan manusia, salah satu kejadian bersejarah pada bulan Syaban adalah perubahan arah kiblat.

Sebelum menghadap ke Ka'bah di Masjidil Haram, Makah, Arab Saudi, jauh sebelumnya umat Muslim terlebih dahulu menghadap Baitul Maqdis sebagai kiblat selama 17 bulan 3 hari.

Maka, Allah SWT melalui firman surah Al-Baqarah ayat 144 memberikan perintah agar memindahkan kiblat ke arah Ka'bah.

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ۝١٤٤

qad narâ taqalluba waj-hika fis-samâ', fa lanuwalliyannaka qiblatan tardlâhâ fa walli waj-haka syathral-masjidil-ḫarâm, wa ḫaitsu mâ kuntum fa wallû wujûhakum syathrah, wa innalladzîna ûtul-kitâba laya‘lamûna annahul-ḫaqqu mir rabbihim, wa mallâhu bighâfilin ‘ammâ ya‘malûn

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved