Nurul Qomar Meninggal Dunia
Pilu Pesan Terakhir Pelawak Nurul Qomar Sebelum Meninggal Dunia, Ingatkan Sang Cucu Soal Ini
Meninggalnya pelawak Nurul Qomar menjadi duka terdalam bagi keluarga kini ditinggalkan.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Meninggalnya pelawak Nurul Qomar menjadi duka terdalam bagi keluarga kini ditinggalkan.
Adapun sebelum meninggal dunia, Abah Qomar sapaan akrabnya ternyata sempat memberikan pesan terakhir untuk keluarga terutama sang cucu.
Hal tersebut diketahui dari sebuah postingan video terakhir Abah QOmar di akun instagramnya melansir dari Kompas.com, Rabu (8/1/2025).
"Cucu cucu abah lebih baik mencegah daripada mengobati. Cucu cucu abah lebih baik jaga kesehatan jangan menyesal di tengah jalan," ujar Nurul Qomar.
Dalam keterangan unggahannya, video itu diambil Nurul Qomar saat sedang dalam kondisi lemah.

Dengan kondisi tubuhnya terpasang alat medis, Abah Qomar menyampaikan pesan tersebut.
"Walau dalam kondisi yang sangat lemah dan terbatasi alat medis, Abah memaksakan diri untuk merekam video ini," tulis Nurul Qomar
Nurul Qomar diketahui sakit kanker usus besar sejak tahun 2021.
"Alhamdulillah" Kondisinya Sehat, Penuh Semangat Sakit kanker usus besar tersebut sempat dinyatakan membaik.
Hanya saja saat akhir tahun 2023, sakit Nurul Qomar kembali kambuh.
"Kanker yang pernah beliau lawan dengan gagah berani beberapa waktu lalu, sejak akhir 2023 kembali hadir (relapse)," ucap istri Nurul Qomar, Siti Maryam beberapa waktu lalu.
Abah Qomar menjalani perawatan intensif setelah melakukan kometarapi kedelapan
"Abah tetap gigih menjalani kemoterapi. Sayangnya di perjalanan kemo kedelapan, kondisi Abah membutuhkan perawatan yang lebih intensif sehingga harus dirawat inap," kata Siti.
Siti mengatakan, kambuhnya kembali sakit Abah Qomar menjadi pukulan berat untuk keluarga.
Keluarga pun menemani Abah Qomar hingga dinyatakan meninggal dunia pada Rabu hari ini
"Kami menyadari bahwa perjuangan melawan kanker adalah perjalanan panjang.
Ada kalanya menanjak, ada kalanya menurun. Kekambuhan ini adalah salah satu tanjakan yang harus kami lalui bersama.
Namun, kami percaya, di balik setiap ujian, ada hikmah yang menanti," tutur Siti.
Gejala dan Penyebab Kanker Usus
Secara umum, kanker usus besar adalah kanker yang terjadi pada usus besar dan ditandai dengan tumbuhnya benjolan yang tidak terkendali.
“Kanker ini berisiko terjadi pada segala usia, baik kelompok muda maupun tua. Pada kelompok usia muda, biasanya disertai gejala yang lebih buruk,” ujar dokter spesialis bedah digestif Siloam Hospitals Kebon Jeruk Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD s.
Dikatakannya, gejala awal kemunculan kanker usus besar ditandai dengan adanya benjolan kecil jinak berupa polip, yang dalam perkembangannya dapat bertransformasi menjadi ganas.
Gejala lain yang dapat dialami antara lain dengan gangguan buang air besar (BAB) yang mengeluarkan darah, sembelit, atau diare tanpa sebab yang jelas.
Seringkali juga diikuti dengan rasa sakit pada perut, mudah lelah, dan turunnya berat badan.
Kanker usus besar sering ditemukan pada rektum dan sigmoid.
Lokasi ini berada 5-15 cm di atas anus dan tumbuhnya kanker pada lokasi tersebut menganggu fungsi otot sfingter yang mengatur pembuangan kotoran seperti proses defekasi.
Berbagai teknik operasi dilakukan untuk mengobati kanker ini dan masih terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil lebih baik.
Sebagai salah satu pusat unggulan di bidang pengobatan digestif, Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Digestive Clinic telah mengembangkan teknik terbaru dalam penangananan kanker usus besar.
Salah satunya adalah teknik Trans-Anal Total Mesorectal Excision (TaTME).
Teknik ini merupakan tindakan operasi minimal invasif (minimal invasive surgery) yang tidak hanya bertujuan untuk penanganan usus buntu dan batu empedu, tapi juga efektif untuk pengobatan pasien kanker rektum (usus besar bagian bawah).
Jika umumnya operasi kanker rektum membutuhkan sayatan di perut sepanjang 10-15 cm dan tumor dikeluarkan melalui luka sayatan besar, teknik Trans-Anal Total Mesorectal Excision hanya membutuhkan luka sayatan sekitar 1-2 cm saja.
Teknik terbaru ini juga memungkinkan spesimen tumor dan usus yang dipotong dapat dikeluarkan melalui lubang anus.
“Keunggulan paling signifikan dari operasi laparoskopi dengan teknik Trans-Anal Total Mesorectal Excision adalah sayatan lebih kecil, sehingga bekas luka dan rasa sakit yang dialami lebih minim.
Kondisi ini membuat pasien tidak membutuhkan obat nyeri dalam dosis besar dan mengurangi efek samping obat. Teknik ini juga membuat luka operasi lebih minimal dan proses perawatan di rumah sakit menjadi lebih singkat,” ungkap dr. Wifanto.
(*)
(*)
Kesedihan Siti Maryam, Istri Nurul Qomar Suami Meninggal, Ungkap Obrolan Terakhir Minta Jaga Anak |
![]() |
---|
Isak Tangis di Pemakaman Komedian Nurul Qomar, Eko Patrio dan 4 Sekawan Berduka, sang Istri Pilu |
![]() |
---|
Ginanjar Ungkap Keinginan Qomar sebelum Meninggal Dunia, Niat Berangkat Haji Bersama 4 Sekawan |
![]() |
---|
Permintaan Terakhir Pelawak Nurul Qomar Sebelum Meninggal Dunia, Minta Dimakamkan Samping Orang Tua |
![]() |
---|
Kisah Perjuangan Qomar Melawan Sakit Kanker Usus Diderita, Sempat Sembuh Namun Kambuh Lagi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.