Seputar Islam

Cara Menjadikan Hari Ibu Setiap Hari, Kutipan Ibumu Bukan Hari Raya yang Diperingati Setahun Sekali

Ibumu bukan hari raya yang cuma dimuliakan setahun sekali. Tapi ibumu adalah seseorang yang wajib kau muliakan setiap hari. 

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribun Sumsel
Cara Menjadikan Hari Ibu Setiap Hari, Kutipan Ibumu Bukan Hari Raya yang Diperingati Setahun Sekali 

TRIBUNSUMSEL.COM  — Ibumu bukan hari raya yang cuma dimuliakan setahun sekali. Tapi ibumu adalah seseorang yang wajib kau muliakan setiap hari. 

Kutipan di atas adalah ungkapan dari seorang ulama Arab Saudi,  Syaikh Muhammad bin Shalih.

Dikutip dari laman muslim.or.id,  Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Seorang ibu lebih berhak untuk senantiasa dihormati sepanjang tahun, daripada hanya satu hari saja, bahkan seorang ibu mempunyai hak terhadap anak-anaknya untuk dijaga dan dihormati serta ditaati selama bukan dalam kemaksiatan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, di setiap waktu dan tempat” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il no. 535 2/302, Darul wathan, 1413 H, Asy Syamilah).

Ya, memperingati hari ibu setiap tanggal 22 Desember mungkin hanya sebagai simbolis agar kita tidak lupa dengan jasa ibu.

Sejatinya ingat dan peduli dengan ibu, dilakukan setiap saat, apa lagi bila ibu kita masih ada di dunia ini.

Berbakti kepada orang tua khususnya ibu memang lebih dianjurkan oleh agama Islam. Karena memang ibu sangat besar jasanya bagi anak-anaknya melebihi bapak. 

Oleh karena itu berbakti kepada Ibu didahulukan daripada berbakti kepada Bapak. Sebagaimana dalam hadits berikut

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi’, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

“Rasulullah bersabda : ” Orang tua adalah Pintu Surga yang paling Tengah , maka jangan sia-siakan Pintu itu atau Jagalah ia .” dikutip dari HR. Tirmidzi,” jelasnya


Ibu adalah Pintu Surga bagi anak-anaknya dan Ayah adalah Jembatan menuju kepadanya.

“Jadi marilah kita menyayangi ibu kita, karena ibu jasanya besar. Meskipun ibu tidak terlalu memanjakan anak-anaknya, tetapi ibu amat sangat menyayangi kita,” katanya.

“Air susu Ibu yang kita minum adalah saripati makanan hasil jerih payah keringat Ayahmu yang mencari nafkah untuk keluarganya. Karena itu Muliakan Mereka

Maka meskipun, secara simbolis negara mengajak memperingati hari ibu setiap tanggal 22 Desember, tapi sesungguhnya kesempatan untuk memanjakan ibu kita, menghargai ibu kita, mendoakan ibu kita harusnya dapat kita lakukan setiap hari bahkan setiap saat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved