Berita SMK PP Negeri Sembawa

Kementan Ajak Generasi Muda Sukseskan Pertanian Modern lewat Oplah dan CSR

Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus menerus mengajak generasi muda

dokumentasi SMK PP Sembawa
Webinar Millenial Agriculture Forum (MAF) dengan tema Membangun Pertanian Modern : Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah untuk Ketahanan Pangan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus menerus mengajak generasi muda untuk turut andil dalam menggenjot produksi pangan melalui kegiatan pertanian modern  dalam program optimalisasi lahan (Oplah) dan cetak sawah rakyat (CSR).

Hal ini terus digaungkan, salah satunya melalui UPT Pendidikan BPPSDMP Kementan yaitu SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa yang mengelar webinar Millenial Agriculture Forum (MAF) secara online dengan tema Membangun Pertanian Modern : Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah untuk Ketahanan Pangan yang diikuti hampir 500 partisipan insan pertanian pada sabtu, 9 November 2024.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa program cetak sawah harus dilaksanakan secara optimal.

Program ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pasokan pangan nasional serta mendukung sektor pertanian sebagai pilar ekonomi yang kokoh di tengah ancaman krisis pangan global.

Hadir secara online Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa sesuai arahan dari menteri pertanian di mana kita mengetahui bahwa saat ini sedang didorong upaya-upaya untuk perluasan atau penambahan areal tanam atau PAT, salah satunya adalah dengan melakukan cetak sawah rakyat.

“Adanya bonus demografi dari anak-anak muda yang saat ini 52 persen ada di Indonesia ini tentu saja harapannya bisa kita ajak bisa kita tarik untuk bekerja di sektor pertanian," terangnya. 

“Tentu saja kita juga sangat berharap bahwa mulai di masa sekolah, baik itu di SMK, baik itu di pendidikan tinggi sudah mengenal dekat dengan pertanian sehingga pada saat lulus nantinya ini siap untuk menjadi qualified job dan job creator yang tentu saja harapannya menjadi penerus dari pertanian di Indonesia,” pungkas Arsanti.

Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Yudi Astoni yang juga turut memberikan sambutan mengajak seluruh peserta menyukseskan pertanian modern melalui optimaliasi lahan dan cetak sawah.

“Kementan selalu berupaya mengajak petani dalam usaha produksi pertanian dgn berbagai cara salah satu optimalisasi lahandan cetak sawah melalui teknologi. Untuk melakukan optimalisasi lahan dan cetak sawah sangat diperlukan sinergi dari berbagai pihak, yaitu dinas pertanian, TNI , siswa serta mahasiswa," tutur Yudi.

Hadir sebagai narasumber  yakni Aulia Evi Susanti  (Tim Gugus Tugas Antisipasi Darurat BPSIP Sumsel), Ilfantria  (Koord Fungsional PSP Dinas Pertanian TPH Sumsel) , Ruwiyo (Petani Kab OKI Sumsel), serta Jerry Agus Wibowo (Mahasiswa MBKM MSIB).

Aulia mengatakan bahwa Kegiatan optimalisasi lahan adalah upaya memaksimalkan potensi dan produktivitas lahan pertanian yang ada. Tujuan dari oplah yakni meningkatkan indeks pertanaman, hasil panen dan efisiensi penggunaan lahan untuk mendukung ketahanan pangan.

"Masa Depan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Mendukung Pertanian Modern yakni Otomatisasi penuh yang dalam hal ini Penggunaan robot dan drone untuk seluruh proses pertanian, Pertanian vertical seperti Pemanfaatan ruang vertikal untuk meningkatkan produktivitas lahan terbatas serta rekayasa genetika yakni Pengembangan varietas padi super-adaptif terhadap perubahan iklim,“ jelas Aulia.

"Optimalisasi lahan dan cetak sawah krusial untuk ketahanan pangan Indonesia dengan adanya kerja sama dengan berbagai pihak yakni pemerintah, swasta, petani sekaligus didorong adanya inovasi berkelanjutan serta Pengembangan teknologi dan metode baru yang terus dilakukan guna mendukung program pertanian modern yang berbasis teknologi yang merupakan kunci keberhasilan sektor pertanian,” tambah Aulia.

Ilfantria juga menuturkan tidak ada pilihan lain adalah memaksimalkan lahan rawa yang sudah direklamasi dan juga mencari areal baru pengembangan. Salah satu upaya taktis adalah program optimalisasi lahan dan cetak sawah. 

"Adapun permasalahan dalam Oplah lahan rawa yakni anomali iklim, pelaksanaan SID dan konstruksi berjalan secara paralel sehingga pelaksanaan konstruksi sangat bergantung pada produk SID yang sudah selesai serta Masih ada penolakkan dari petani," ujar Ilfan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved