Mata Lokal Desa
Melihat Potensi Wisata Desa Sungsang 4 Banyuasin Sumsel, Ada Mangrove Langka di Dunia
Mengenal lebih jauh Desa Sungsang 4 di Kecamatan Banyuasin II atau Sungsang Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Inilah, yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata ekosistem mangrove tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Sudah banyak mahasiswa dari lokal yang datang ke Desa Sungsang 4, tidak hanya untuk berwisata melihat mangrove saja, akan tetapi juga melakukan penelitian.
Bahkan, peneliti dari berbagai negara seperti Belanda, Australia, Singapura dan Malaysia juga pernah datang ke sini untuk melakukan penelitian terutama untuk jenis mangrove langka di dunia.
"Ada satu pulau yang ada di Desa Sungsang 4, dimana pulau ini semuanya dipenuhi mangrove. Dulu pada saat Bupatinya H Askolani pernah mengecek ke sana dan pulau itu dinamai Pulau Gaib. Karena, pulau berpasir hitam ini baru akan timbul ketika air surut," ungkapnya.
Selain pulau yang dipenuhi mangrove, lanjut Romi bila dirinya bersama masyarakat Desa Sungsang 4, juga sudah membuat sejumlah gazebo yang berada di dekat sungai Musi.
Lokasi ini merupakan lokasi pembibitan mangrove dan letaknya berada di paling ujung Desa Sungsang 4.
Bagi wisatawan yang datang ke sini, selain bisa untuk melihat secara langsung pembibitan mangrove, juga bisa duduk bersantai menikmati panorama alam yang berasal dari Sungai Musi dan Selat Bangka.
Tak hanya bersantai, wisatawan yang datang ke sini juga bisa berswafoto dengan latar belakang mangrove, sungai Musi, Selat Bangka, bahkan nelayan yang sedang mencari ikan di sungai.
Hasilnya dari swafoto, pastinya tidak akan mengecewakan karena memang pemandangan panorama alam yang begitu menggugah mata.
"Untuk mayoritas masyarakat Desa Sungsang 4 adalah sebagai nelayan, sisanya ada yang berniaga, pegawai dan buruh. Makanya, dengan adanya mangrove ini kami ingin agar Sungsang IV ini menjadi tujuan wisata ekosistem mangrove terbesar. Karena, Sungsang 4 ini sudah lengkap, ada mangrove, wisata religi dan juga makanan khas Sungsang yakni pempek udang," ungkapnya.
Dari itulah, untuk meningkatkan minat wisatawan baik lokal dan manca negara datang ke Sungsang 4, Romi sebagai Kades Sungsang 4 berupaya untuk terus meningkatkan sisi akses jalan dan berbagai fasilitas penunjang pariwisata.
Pastinya, dengan memanfaatkan dana desa, bantuan dari Pemkab Banyuasin, Pemprov Sumsel bahkan pemerintah pusat, Romi berharap cita-cita Desa Sungsang 4 menjadi tujuan wisata terbesar di Sumsel bisa terwujud.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Rincian 186 Dana Desa di Kabupaten Musi Rawas Sumsel Tahun 2026, Total Dana Mencapai Rp 58 M |
|
|---|
| Transfer Dana Desa untuk 143 Desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumsel 2026, Total Dana 43,9 M |
|
|---|
| Daftar 30 Desa di Kab Musi Rawas Utara Terima Dana Desa 2026 di Atas Rp350 Juta, Ini Rinciannya |
|
|---|
| Sebanyak 12 Desa di Kabupaten Lahat Terima Dana Desa 2026 Lebih dari Rp 350 Juta, Ini Rinciannya |
|
|---|
| Daftar Rincian Dana Desa 2026 untuk 83 Desa di Kabupaten Musi Rawas Utara, Total Rp26,7 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Melihat-Potensi-Wisata-Desa-Sungsang-4-Banyuasin-Sumsel-Ada-Mangrove-Langka-di-Dunia.jpg)