Kecelakaan Beruntun di Plumpang

Keseharian Lina Guru SD jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Plumpang, Dikenal Tak Pernah Marah

Pilu sosok Lina, guru jadi korban kecelakaan beruntun truk tangki di Jalan Plumpang Semper Raya, Koja, Jakarta Utara pada Rabu (4/9/2024)..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Jakarta
Proses evakuasi korban kecelakaan bus tangki di Plumpang. Salah satu korbannya adalah seornag guru bernama Lina. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tangki di Jalan Plumpang Semper Raya, Koja, Jakarta Utara pada Rabu (4/9/2024) menyebabkan salah seorang guru, Ani Roslina alias Lina (54) meninggal dunia.

Rrekan hingga keluarga berduka atas kepergian Lina.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Plumpang, Sopir Truk Alami Serangan Jantung Tabrak Pengendara Lain

Apalagi selama ini Lina dikenal sebagai seorang guru yang tak pernah marah, baik kepada para peserta didiknya maupun kepada rekan-rekannya.

Hal tersebut disampaikan Rachmat, rekan korban di SDN Rawa Badak Utara 19 Pagi.

"Hampir tidak pernah saya melihat beliau itu marah. Baik terhadap rekan sejawat, apalagi terhadap siswa. Jadi luar biasa sekali dedikasi beliau mengajar peserta didik di tingkat SD ini," kata Rachmat di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (5/9/2024) dilansir dari Tribun Jakarta

Lina mengajar di SDN Rawa Badak Utara 19 Pagi sejak tahun 2016.

Selama itu, ia dipercaya mengajar peserta didik kelas 1 dan kelas 2.

Salah satu guru SD menjadi korban tewas kecelakaan maut beruntun di Jalan Plumpang Semper Raya, Koja, Jakarta Utara, Rabu (4/9/2024).
Salah satu guru SD menjadi korban tewas kecelakaan maut beruntun di Jalan Plumpang Semper Raya, Koja, Jakarta Utara, Rabu (4/9/2024). (Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta)

Sosok Lina sendiri sangat penyabar dinilai cocok untuk mengajar murid-murid yang baru masuk sekolah dasar.

"Makanya ditempatkan di kelas 1 dan kelas 2, kelas rendah. Yang di mana kelas 1 dan kelas 2 ini merupakan sangat butuh guru yang sangat penyabar, sangat telaten terhadap peserta didik," ungkap Rachmat.

"Kami sangat kehilangan Bu Lina," sambungnya.

Mendiang Lina dimakamkan di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (5/9/2024) siang.

Almarhum diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya oleh keluarga, kerabat, rekan guru, sampai anak-anak muridnya.

Para pelayat tak bisa menahan kepedihan ketika mengikuti prosesi pemakaman jenazah Lina, yang dikuburkan satu liang kubur dengan ayahnya.

Selama proses pemakaman, suami Lina, Endang Supriadi (60) juga terlihat hanya bisa menangis tak rela melepaskan istri tercintanya pergi untuk selamanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved