Olimpiade Paris 2024

Profil Rizki Juniansyah, Atlet Angkat Besi Muda Wakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Sosok Rizki Juniansyah, Atlet angkat besi atau lifter muda mewakili Indonesia Olimpiade Paris 2024. sukses meraih medali perunggu di kelas 56kg

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
ig/rjuniansyah_
Sosok Rizki Juniansyah, Atlet angkat besi atau lifter muda mewakili Indonesia Olimpiade Paris 2024. sukses meraih medali perunggu di kelas 56kg 

Sebab menurut Yasin, usaha, kerja keras dan perjuangan Rizki selama ini tidak akan mengkhianati hasil.

"Target Rizki bertanding dengan all out, semangat tinggi dan hasil yang maksimal," ucap dia.

Menurutnya, Olimpiade Paris 2024 merupakan impian putranya yang terwujud.

"Semua atlet pasti mempunyai keinginan (mimpi) seperti itu terutama atlet nasional dan dunia," ujar dia.

Yasin berharap anak muda dan orangtua di Indonesia, khususnya Banten bisa menekuni olahraga angkat besi.

Sebelum mengikuti Pelatnas dan berangkat ke Paris, Perancis pada Mei 2024, mengaku awalnya menekuni angkat besi karena diperkenalkan oleh orangtuanya.

Sebab, orangtuanya merupakan mantan atlet angkat besi dan angkat berat nasional.

"Awalnya dulu saya cuma main-mainnya saja, karena dulu awalanya angkat besi ayah juga lifter, karena disini lingkungannya angkat besi," kata Rizki.

Saat itu, peraih medali emas di Piala Dunia 2024 angkat besi di Phuket, Thailand tersebut awalnya hanya berlatih di sasana sang ayah dengan peralatan sederhana.

Batang pipa seberat tiga hingga lima kilogram menjadi alat latihan pertamanya yang diberikan sang ayah.

Batang pipa itu sampai kini masih disimpannya meski sempat akan dibuang oleh sang ibu.

Sebab, dari alat pipa itu lahir seorang lifter pemecah rekor dunia dengan catatan angkatan 365 kg ini.

"Saya suka angkat besi batang pipa dulu latihan yang 3 kilogram, lima kilogram," ujar Rizki.

Baca juga: Profil 3 Atlet Angkat Besi Lolos ke Olimpiade Paris 2024, Ada Eko Yuli Irawan hingga Nurul Akmal

Namun, kesukaan Rizki terhadap olahraga angkat besi sempat goyah karena ada olahraga lainnya yang dicobanya yakni motor cross dan sepeda downhil.

Sehingga pada usia 7 tahun atau awal masuk sekolah dasar, latihan angkat besi terhenti.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved