Berita Viral

Viral Curhat Pemilik Kafe Kesal Sering Didatangi 'Rojali' Rombongan Jarang Beli, Singgung Pendapatan

Inilah curhat pemilik kafe di Yogyakarta yang kesal karena sering didatangi 'Rojali' atau rombongan jarang beli, singgung pendapatan rugi..

Tayang:
instagram/agus_arrya
Viral Curhat Pemilik Kafe Kesal Sering Didatangi 'Rojali' Rombongan Jarang Beli, Singgung Pendapatan 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Media sosial kini dihebohkan dengan curhat pemilik kafe di Yogyakarta yang kesal karena sering didatangi 'Rojali' atau rombongan jarang beli.

Pemilik kafe bernama Agus Arya itu bahkan menyinggung pendapatan usahanya setelah didatangi Rojali dilansir dari Instagram miliknya, @agus_arrya, Jumat (14/6/2024).

Agus Arya menceritakan kondisi kafenya yang berlokasi tidak jauh dari Jalan Timoho dan Jalan Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta karena sering didatangi Rojali.

"Rojali, rojali adalah rombongan jarang beli," kata Agus membuka videonya.

"Istilah ini didapat dari orang-orang yang sering datang ke kedai kopi atau ke coffee shop tetapi tidak order hanya numpang duduk dan WiFi," tambahnya.

Baca juga: Kode Promo GoFood Hari Ini 18 Juni 2024, Banyak Diskon Libur Hari Lebaran Idul Adha, Kenyang 24 Jam

Pemilik kafe di Yogyakarta bernama Agus Arya menyinggung pendapatan usahanya setelah didatangi Rojali
Pemilik kafe di Yogyakarta bernama Agus Arya menyinggung pendapatan usahanya setelah didatangi Rojali (instagram/agus_arrya)

Menurutnya, oknum Rojali adalah para mahasiswa yang juga sering menggelar rapat namun tidak banyak memesan di kafe tersebut.

"Rojali ini didominasi oleh oknum-oknum mahasiswa yang sering melakukan di sebuah kafe atau kedai kopi," ungkapnya.

"Ciri-ciri dari rojali ini adalah datang sendiri atau berdua dan berkembang biak menjadi banyak," tambahnya.

Menurut Agus, oknum rojali ini kerap beralasan jika ditawari menu oleh pihak kafe.

"Setiap kami tawari menu, jawabannya selalu masih menunggu," tuturnya.

"Setelah kami tunggu ternyata temannya itu datang membawa es teh dan cilok dari luar," imbuhnya.

Agus pun menyarankan, agar para oknum rojali ini tidak lagi menggelar rapat atu diskusi di kafe jika tidak berniat untuk memesan.

"Nah, sedikit saran aja untuk para rojali ini lain kali kalau melakukan rapat atau diskusi mending di depan bakul wae, gelar tiker malah syahdu, oke," ujarnya.

Fenomena kehadiran Rojali ini memiliki dampak buuk lantaran merugikan kafe dari sisi finansial.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved