Berita OKI Mandira

Dapat Manfaat Optimalisasi Lahan, Petani di OKI Bisa Panen Tiga Kali Setahun

Tokoh masyarakat setempat, H. Baidawi mengatakan petani di desanya kini sudah bisa panen padi dua kali dalam setahun (IP 200).

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
winando/tribunsumsel.com
Penjabat Bupati Ogan Komering Ilir Asmar Wijaya melakukan panen raya padi di lahan pasang surut Dusun Dewa Sibur, Desa Sungai Sibur Kecamatan Sungai Menang, Ogan Komering Ilir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Penjabat Bupati Ogan Komering Ilir Asmar Wijaya melakukan panen raya padi di lahan pasang surut Dusun Dewa Sibur, Desa Sungai Sibur Kecamatan Sungai Menang, Ogan Komering Ilir.

Areal panen raya ini mendapat program Optimalisasi Lahan (Opla) seluas 900 hektare.

Tokoh masyarakat setempat, H. Baidawi mengatakan petani di desanya kini sudah bisa panen padi dua kali dalam setahun (IP 200).

"Mulai panen 11 Mei lalu sampai hari ini Hitungannya sekitar 7.600 ton gabah kering panen (GKP) yang di produksi petani. Sebagian lahan yang sudah panen mulai pertanaman IP 200," ujar dia.

Dia optimis produksi akan semakin meningkatkan jika program Opla yang sedang dikerjakan oleh Kementan, bersama TNI dan Pemkab OKI bakal menambah indeks pertanaman (IP).

"Permasalahan petani di Desa ini soal pengelolaan air, masih ada sekitar 800 hektare sawah yang terlambat panen karena kemarin terdampak banjir. Kalau dipercepat pembangunan tanggulnya melalui program Opla kami bisa 2 kali bahkan 3 kali dalam setahun," ujar dia.

Optimasi Lahan, Genjot Produksi

Pj Bupati Asmar mengatakan, sebagai penopang lumbung pangan nasional Kabupaten OKI terus mengoptimalisasi lahan pertanian guna menggenjot produktivitas padi. 

Tahun 2024 ini di dukung kementerian pertanian dan TNI seluas 65.000 hektare lahan sawah di OKI akan dioptimasi.

"Ada 65.000 hektare sawah yang akan kita optimalisasi. Khusus di Desa Sibur ada 900 hektare yang sudah tahap pengerjaan. Jadi nanti yang tanam 1 kali bisa 2 kali dalam setahun yang sudah 2 kali bisa 3 kali pertanaman," paparnya.

Baca juga: Pemkab OKI Gelar Bujang Gadis Bende Seguguk, 15 Pasangan Unjuk Bakat

Baca juga: Kembangkan Batik Motif Perahu Kajang Khas Kayuagung, Pemkab OKI Kirim Pengrajin Batik ke Yogyakarta

Istimewanya lagi, lahan seluas 2.500 Ha di desa tersebut dibuka oleh Asmar kala menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian OKI pada tahun 2011 lalu.

"Saya ingin bernostalgia di desa ini. Sekitar 2011 kita lakukan cetak sawah baru sekitar 1.600 Hektare ditambah swadaya masyarakat. Alhamdulilah sekarang bisa sama-sama panen raya," ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Ir. Sahrul, M. Si menjelaskan optimalisasi lahan rawa dan pasang surut di OKI dimulai dengan tata kelola air yang efisien dan perbaikan infrastruktur irigasi.

"Sehingga pada saat musim hujan, kondisi lahan tidak lagi terendam lama agar lahan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, sementara di musim kemarau masih ada cadangan air," terangnya.

Ditambahkan Sahrul Optimalisasi Lahan (Opla) di OKI diawali proses Survey Identifikasi Desain (SID) lahan Rawa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved