Arti Kata Bahasa Arab

Pengertian Dzikir, Ada 3 Macam Zikir Menurut Tokoh Sufi Ibnu Athaillah dan KH Said Aqil Siradj

Dzikir adalah aktivitas ibadah mengingat Allah dengan sadar diri yang dapat dilakukan seseorang dalam setiap keadaan.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Pengertian Dzikir, Ada 3 Macam Zikir Menurut Tokoh Sufi Ibnu Athaillah, Berikut Contoh dan Manfaat 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Zikir atau dzikir adalah istilah berasal dari bahasa Arab ٱلذِّكْر.

Orang yang berdzikir disebut dzakir (ذاكر).

Dikutip dari wikipedia, secara bahasa zikir memiliki arti "menyebut", "mengingat" atau "berdoa".
Kata dzikir juga berarti memori, pengajian.

Dalam bahasa agama Islam zikir sering didefinisikan dengan menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah.

Dzikir adalah aktivitas ibadah mengingat Allah dengan sadar diri yang dapat dilakukan seseorang dalam setiap keadaan.

Dikutip dari laman baznas.go.id, zikir  adalah praktik mengingat dan memuji Allah SWT secara terus-menerus dalam hati atau dengan suara.


Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam al-Qur'an.

Seorang sufi besar, Ibnu Athaillah al-Sakandari (penulis Al-Hikam) menyebut zikir ada tiga macam.  Yaitu Zikir Jali (Jelas/nyata), Zikir Khafi (Samar-samar) dan Ketiga Zikir haqiqi (sebenar-benarnya). 

Berikut Penjelasannya

1.  Zikir jali adalah perbuatan mengingat Allah SWT dalam bentuk ucapan lisan, yang mengandung arti pujian, rasa syukur, dan doa kepada Allah.

Zikir ini diucapkan dengan suara jelas untuk menuntun gerak hati.

Misalnya, dengan mengucapkan tahlil (La Ila-ha Illa Allah), tasbih (Subhana Allah), takbir (Allahu Akbar), membaca Alquran, dan doa lainnya.

Zikir ini ada yang sifatnya terikat dengan waktu, tempat atau amalan tertentu lainnya. Misalnya, ucapan dalam shalat, saat melaksanakan manasik haji, doa-doa yang diucapkan ketika akan makan, sesudah makan, akan tidur, bangun tidur, dan sebagainya.

Ada juga yang sifatnya mutlak, tidak terikat dengan waktu dan tempat. Misalnya mengucapkan tahlil, tasbih, tahmid, dan takbir di mana saja dan kapan saja.

2. Zikir khafi dilakukan secara khusuk oleh ingatan hati, baik disertai zikir lisan maupun tidak. Orang yang sudah mampu melakukan zikir seperti ini hatinya akan merasa senantiasa memiliki hubungan dengan Allah SWT. Ia selalu merasakan kehadiran Allah SWT kapan dan di mana saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved