Hari Raya Waisak

5 Contoh Puisi Tentang Hari Raya Waisak, Bisa Untuk Referensi Ucapan dan Tugas di Sekolah

Berikut ini akan disajikan 5 contoh puisi tentang Hari Raya Waisak yang menyentuh hati dan penuh makna, cocok untuk referensi. "Ketika Sang mentari be

|
Tribunsumsel.com
5 Contoh Puisi Tentang Hari Raya Waisak, Bisa Untuk Referensi Ucapan dan Tugas di Sekolah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Hanya dalam hitungan hari saja, umat Budha akan menyambut peringatan Hari Raya Waisak 2568 BE yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2024.

Pada moment hari suci tersebut, Anda bisa membagikan ucapan selamat Hari Raya Waisak dalam bentuk puisi bertemakan Waisak.

Puisi ini bisa Anda bagikan kepada orang-orang terdekat mulai dari keluarga, kerabat, sahabat, teman hingga bagikan lewat media sosial.

Adapun puisi ini juga bisa dijadikan referensi tugas bagi anak sekolahan.

Berikut ini akan disajikan 5 contoh puisi tentang Hari Raya Waisak yang menyentuh hati dan penuh makna, cocok untuk referensi.

Ilustrasi gambar Hari Raya Waisak 2024
Ilustrasi gambar Hari Raya Waisak 2024

==========

[KUMPULAN PUISI HARI RAYA WAISAK]

#Contoh Puisi Pertama

Ketika Sang mentari bersemayam di singgasana sebelah barat
Semburat jingga merona di wajah sang mayapada
Waktupun bergulir dan berlalu meninggalkan dunia dalam kegelapan

Seberkas sinar kuning keemasan menjulang
Memberi harap pada insan-insan yang diliputi kegelisahan
Menyisihkan segala keraguan, menyibak misteri kehidupan

Bulat sempurna sang rembulan di bulan Waisaka
Mengiringi genta yang mengalun mendayu-dayu
Bersenandung paritta-paritta suci

Mengalirkan sajak-sajak penuh kedamaian
Menuntun insan melatih diri
Dengan semangat untuk mawas diri

Rembulan purnama di bulan Waisaka
Mengingatkan tiga peristiwa suci
Tentang sang Tahtagata

Kini …..
Dua ribu lima ratus lima puluh enam tahun lamanya
Buddha Parinibbana

Dharmanya nan Agung dan Mulia
Menjelma menjadi embun dikala Dukha
Mengkristal dalam Sanubari

(Karya: Suyadi via www.narakata.id)

____

#Contoh Puisi Kedua

Purnama bersinar, malam suci menjelma
Waisak tiba, sukacita mewarnai dunia
Terkenang Sang Buddha, pencerahan di Bodh Gaya
Menebar cinta kasih, membawa damai selamanya

Lilin lilin dinyalakan, puja bakti digemakan
Mantra suci mengalun, hati diliputi ketenangan
Umat Buddha bersatu, memanjatkan doa harapan
Semoga dunia terbebas dari duka dan kesedihan

Delapan Jalan Mulia, pelita dalam melangkah
Menuntun jiwa menuju kebahagiaan sejati
Lepaskan ego dan napsu, sucikan pikiran dan raga
Bersama ciptakan dunia yang penuh kasih dan persahabatan

Waisak tahun ini, marilah kita renungkan
Ajaran Sang Buddha yang penuh makna dan hikmah
Terapkan dalam kehidupan, sebarkan kebaikan dan kasih sayang
Agar dunia tercipta damai, bersinar laksana purnama.

____

#Contoh Puisi Ketiga

Di bawah langit malam yang tenang
Bulan purnama berkilauan cemerlang
Hari Raya Waisak datang menyapa
Menyebar damai di setiap jiwa

Dhamma Buddha menerangi hati
Mengusir gelap, menyingkirkan benci
Dalam meditasiku temukan sunyi
Merenungi hidup, menggapai harmoni

Di altar bunga teratai merekah
Menghantar doa dengan penuh berkah
Cahaya lilin menyala lembut
Menyambut hari suci dengan tekad kuat

Langit biru, dunia tersenyum
Pahala dan kebajikan kita dihimpun
Dalam karma baik kita berbenah
Menyatu dengan alam, kembali pada fitrah

Gemuruh lonceng di vihara
Mengingatkan akan perjalanan samsara
Semoga semua makhluk berbahagia
Mencapai pencerahan, tanpa ada derita

Di Hari Raya Waisak ini
Kita satukan hati dalam harmoni
Cahaya purnama jadi saksi
Doa dan harapan terpatri abadi.

______

#Contoh Puisi Keempat

Bunga teratai mekar, harum semesta mewangi
Waisak menjelang, heningkan batin dalam diri
Lonceng berdentang, memanggil kesadaran sejati
Menelusuri jejak Sang Buddha, langkah penuh arti

Pelita dinyalakan, menerangi kegelapan hati
Menyingkirkan amarah, kebencian yang membelenggu
Parita dibacakan, membasuh jiwa yang tersakiti
Menemukan kedamaian, yang selama ini dirindu

Meditasi dalam hening, merenungkan tipu daya
Siklus kelahiran, penuaan, dan kematian yang fana
Mencari jalan tengah, melepaskan keterikatan dunia
Menuju Nibbana, bebas dari segala duka nestapa

Waisak tahun ini, marilah kita berjanji
Menumbuhkan welas asih, cinta kasih nan suci
Menjadi pelita penerang, bagi sesama yang tersesali
Mewujudkan dunia damai, berlandaskan kebenaran sejati.

____

#Contoh Puisi Kelima

Roda Dharma kembali berputar
Waisak pun datang, pencerahan terasa samar
Di bawah pohon Bodhi tempat hening bertafakur
Sang Buddha bangkit, ajaran kasih pun terukur

Lilin kebenaran dinyalakan, menerangi kegelapan
Menepiskan kebodohan, nafsu yang menggoda pandangan
Pelita kebijaksanaan dibagikan, dari tangan ke tangan
Menuntun umat menuju jalan yang terang benderang

Lonceng kesadaran berdentang, memanggilkan hening
Menyisihkan amarah, benci yang tak kunjung hening
Air persembahan dituangkan, melambangkan kesucian
Membasuh noda batin, menuju kebahagiaan

Waisak tahun ini, marilah kita renungkan
Delapan Jalan Mulia, pedoman hidup yang pantas dipegang
Menebar welas asih, memutus rantai karma yang kelam
Menuju Nibbana, terlepas dari jeratan dunia yang hampa.

**

Artikel menarik lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved