Seputar Islam

Bacaan Niat Puasa Syawal 1445H/2024 Selama 6 Hari Beserta Tata Cara dan Keutamaannya, Lengkap

Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari Bertutut-Turut: [Latin:] Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta‘âlâ. [Artinya:]

Tayang:
TRIBUNSUMSEL.COM
Bacaan Niat Puasa Syawal 1445H/2024 Selama 6 Hari Beserta Tata Cara dan Keutamaannya, Lengkap 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sebagai seorang muslim, kebaikan-kebaikan yang tekah dilakukan disepanjang Bulan Ramadhan kemarin hendaknya tetap dipertahankan pada bulan Syawal atau bahkan ditingkatkan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk terus mempertahankan kebaikan disepanjang bulan Ramadhan kemarin adalah dengan mengikuti sunnah Rasulallah SAW seperti melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal.

Menurut salah satu hadits riwayat Muslim, "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama satu tahun".

Sunnah ini banyak diikuti oleh ulama-ulama terdahulu di Indonesia sehingga timbullah tradisi Syawalan yang jatuh pada hari ke tujuh di bulan Syawal.

Di banyak daerah, telah lama ada kebiasaan dimana setelah Idul Fitri banyak orang kembali berpuasa, yaitu di tanggal 2 sampai 7 Syawal, baru kemudian merayakannya dengan Lebaran Ketupat (di Jawa biasa disebut Bakda Kupat).

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat Bulan Syawal Edisi 12 April 2024 yang Menyentuh dan Penuh Haru, Ada PDF

Baca juga: Lirik Sholawat Busyro Lengkap dalam Tulisan Arab, Latin, Arti Hingga Keutamaannya Saat Diamalkan

Lantas bagaimana bacaan niat dan tata cara puasa sunnaah bulan Syawal selama 6 hari sesuai ajaran Islam?

Berikut akan Tribunsumsel sajikan bacaan niat puasa syawal selama 6 hari lengkap dengan tata cara dan keutamaannya.

____

Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari Bertutut-Turut

[Arab:]

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَةِ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

[Latin:]

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta‘âlâ.

[Artinya:]

“Aku niat puasa sunah Syawal di esok hari karena Allah swt.”

  • Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, niat puasa Syawal bisa dibaca pada siang hari, asalkan yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh, berikut bacaan niatnya,
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved