Banyuasin Bangkit

Pj Bupati Banyuasin Hani Syopiar Rustam Ungkap Penerimaan PPPK Tahun Ini Sebanyak 5.551

Pj Bupati Banyuasin H Hani Syopiar Rustam didampingi Kepala BKD Banyuasin Edhi dan Kadiskominfo Salni Fajar, mengungkapkan keberhasilan dalam mengusul

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/M Ardiansyah
Pj Bupati Banyuasin H Hani Syopiar Rustam didampingi Kadis BKD Edhi dan Kadiskominfo Salni Fajar. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, M Ardiansyah

BANYUASIN, TRIBUN - Pj Bupati Banyuasin H Hani Syopiar Rustam didampingi Kepala BKD Banyuasin Edhi dan Kadiskominfo Salni Fajar, mengungkapkan keberhasilan dalam mengusulkan untuk mendapatkan kuota penerimaan PPPK tahun 2024 berbanyak.

Hal ini, diungkapkan Pj Hani Syopiar Rustam di rumah Dinas Bupati Banyuasin, Kamis (21/3/2024).

Menurutnya, saat ia sudah bertemu dengan forum honorer Banyuasin, langsung berpikir untuk mengusahakan agar honorer-honorer di Banyuasin bisa diangkat menjadi PPPK.

"Untuk tahun 2024, saya sudah mengusulkan sebanyak 5.551 dan dari usulan itu di respon dengan baik dan disetujui Menpan RB dengan nomor B/1006/M.SM.01.00/2024," katanya, Kamis (21/3).

Dari jumlah yang diusulkan dan disetujui dari Kemenpan RB, sebanyak 5.551.

Dari jumlah tersebut, PPPK tenaga guru sebanyak 828 orang, PPPK Tenaga Kesehata sebanyak 246 orang, PPPK tenaga Teknik sebanyak 3.886 orang.

Sedangkan untuk CPNS, untuk tenaga kesehatan sebanyak 60 orang, tenaga teknis 531 orang. Sehigga total keseluruhan yang akan dibutuhkan sebanyak 5.551 orang.

Formasi yang diperuntukan dalam penerimaan PPPK dan ASN di lingkungan Banyuasin, mulai dari tenaga teknis, tenaga kesehatan dan tenaga guru. Sehingga, seluruh honorer yang ada di Kabupaten Banyuasin dapat terakomodir.

"Ini namanya cuci gudang, karena jumlah yang akan diterima lebih banyak ketimbang jumlah THL. Jadi, inilah kesempatan bagi THL, memiliki kesempatan besar untuk menjadi PPPK dan ASN di Banyuasin," jelasnya.

Seluruh honorer juga diharapkap untuk bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi tes yang diselenggarakan.

Meski mendapatkan prioritas dengan kuota yang banyak, tetapi prosedur serta tahapan-tahapan tes harus tetap dilakukan.\

(adv/ard)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved