Seputar Islam

Apakah Bulan Syaban Boleh Melaksanakan Puasa Ganti/Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan dan Hukumnya

Artikel ini berisi penjelasan mengenai hukum melaksanakan puasa ganti atau qadha Ramadhan di bulan Sya'ban.

Tribun Sumsel
Apakah Bulan Syaban Boleh Melaksanakan Puasa Ganti/Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan dan Hukumnya 

TRIBUNSUMSEL.COM- Puasa ganti atau qadha Ramadhan tahun lalu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan umat muslim sebelum masuk Ramadhan berikutnya.

Oleh karena itu, jika masih ada utang puasa Ramadhan tahun lalu belum dilunasi segeralah membayar puasa Qadha.

Nah, andaikan malam Nisfu Syaban telah berlalu, lalu dan Anda masih punya utang puasa Ramadan tahun sebelumnya, apakah masih diperbolehkan puasa ganti?

Hukum Puasa Ganti di Bulan Sya'ban..

Sebagaimana diketahui, bulan Syaban sendiri bulan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di mirror.mui.or.id, umat muslim masih diperbolehkan untuk melaksanakan puasa ganti atau qadha Ramadhan tahun lalu di bulan Sya'ban.

Namun perlu diketahui, batas akhir melaksanakan puasa ganti adalah sampai dengan malam Nisfu Sya'ban.

Larangan berpuasa bila telah menginjak separuh akhir bulan Syaban terdapat pada hadist Nabi SAW yang menyatakan tidak boleh berpuasa ketika memasuki paruh kedua bulan Sya’ban yakni dari tanggal 16 sampai akhir.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah memasuki paruh kedua bulan Sya’ban, maka kalian tidak boleh berpuasa!” (HR. at-Tirmidzi, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Darimi, dan Ahmad)

Meski terdapat dalam hadist, masih ada perbedaanterkait dengan larangan melaksanakan puasa ganti di separuh kedua bulan Sya'ban.

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani jumhur ulama selain madzhab Syafi’i memandang boleh-boleh saja berpuasa di separuh akhir bulan Syaban dan menilai hadist di atas sebagai hadist lemah.

Sementara al-Ruyani yang merupakan ulama madzhab Syafi’i memandang makruh hukumnya puasa di setengah akhir bulan Sya’ban dan haram hukumnya bila berpuasa satu atau dua hari akhir bulan Syaban menjelang puasa Ramadan.

Di lain tempat, kebanyakan ulama madzhab Syafi’i dengan adanya hadist tadi menghukumi haram puasa di separuh akhir bulan Syaban yakni dari tanggal 16 sampai akhir. Tapi, keharaman tersebut tidak berlaku di beberapa kondisi.

Setidaknya ada tiga situasi di mana puasa di paruh kedua bulan Syaban hukumnya boleh.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved