Berita Palembang

Pemprov Sumsel Gelar Operasi Pasar Murah 3 Kali Seminggu, Gerakan Pangan Murah 2 Kali Sebulan

Pemprov Sumsel bakal menggelar operasi pasar murah 3 kali seminggu dan gerakan pangan murah setiap bulannya sebagai langkah pengendalian inflasi.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Pemprov Sumsel bakal menggelar operasi pasar murah 3 kali seminggu dan gerakan pangan murah setiap bulannya sebagai langkah pengendalian inflasi. Hal ini diungkap Asisten II Setdaprov Sumsel Basyaruddin Akhmad saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (24/1/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal menggelar operasi pasar murah 3 kali seminggu dan gerakan pangan murah setiap bulannya sebagai langkah pengendalian inflasi.

Peluncuran program Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Sumatera Selatan (GPISS) dijadwalkan Senin (29/1/2024) mendatang di Detasemen Polisi Militer (Denpom) km 5.

"Senin (29/1/2024) kita bakal melaunching GPISS," kata Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Pemerintah Provinsi Sumsel Basyaruddin Akhmad saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (24/1/2024).

Basyaruddin menjelaskan, hari Senin itu serentak di launching GPISS di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel berkolaborasi dengan BUMN, BUMD, dan swasta.

"GPISS ini ada operasi pasar murah (OPM) dan juga gerakan pangan murah (GPM). Untuk operasi pasar murah diadakan seminggu tiga kali yaitu Senin, Selasa dan Kamis," katanya.

Baca juga: Alam Ganjar: Milenial Butuh Pemimpin Libatkan Anak Muda Buat Kebijakan, Bukan Pemimpin Usia Muda

Sedangkan untuk GPM, minimal satu bulan dua kali. Misal BUMN/BUMD menyelenggarakan pasar murah menyediakan beras, telor, cabai dan lain-lain yang merupakan kebutuhan pokok.

"Kegiatan ini akan digencarkan selama tiga bulan kedepan, jadi rutin akan ada OPM dan GPM. Tujuannya untuk menekan infalsi di Sumsel. Kalau sebelumnya inflasi 3,17 maka diharapkan bisa dibawah nasional," ungkapnya

Menurut Basyaruddin, berbagai pihak yang terlibat juga sudah dikoordinasikan seperti kalau perbankan dikoordinir Bank Indonesia. Lalu untuk produknya dari Bulog ataupun distributor lainnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved