Berita Viral

Kronologi Pria Lempar Batu ke Rumah Tetangga, Disebut Tak Terima Korban Dapat Warisan Orangtua

Inilah kronologi aksi seorang pria pria melempar batu ke rumah tetangganya terekam CCTV, viral di media sosial, tak terima masih kerabat dapat warisan

Tiktok/nananajun_
Kronologi Pria Lempar Batu ke Rumah Tetangga, Tak Terima Korban Masih Kerabat Dapat Warisan Orangtua 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah kronologi aksi seorang pria melempar batu ke rumah tetangganya terekam CCTV, viral di media sosial.

Baca juga: Sosok Siti Wanita Ngaku Diminta Bayar Rp 11 Juta Pindahkan Tiang Listrik di Rumah, Terpaksa Ngutang

seorang pria melempar batu ke rumah tetangganya terekam CCTV, viral di media sosial
seorang pria melempar batu ke rumah tetangganya terekam CCTV, viral di media sosial (Tiktok/nananajun_)

Diketahui jika sang pria yang melempar batu kerumah tetangganya tak terima jika sang korban, saudaranya sendiri mendapat warisan dari orangtuanya.

Hal itulah yang membuat sang pria asal Trenggalek, Jawa Timur tak henti melempari rumah korban dengan batu.

Menut sang korban, pria yang masih kerabatnya itu melempari rumahnya dengan pecahan genteng dan sampah.

Bahkan sang pria nekat sejak sebelum subuh sekira pukul 03.30 Wib melakoni aksinya agar tak ketahuan warga.

Beruntung, sang pemilik rumah yakni Najun merekam aksi jahat pria iseng tersebut.

Baca juga: Penampakan Tiang Listrik Warga di Sidoarjo yang Ngaku Diminta Bayar Rp11 Juta untuk Pemindahan

Baca juga: Reaksi Kakek Saat Cucu Menangis Pilu Lihat Ibu Dimakamkan, Mengira Sedang Sakit: Kok Dikubur?

Selain itu Najun pun memviralkan sang pria usil di media sosial melalui akun TikTok @nananajun_.

Dalam video yang diunggah tiktoknya, ia mengungkap bahwa awalnya sang tetangga merupakan kerabatnya itu tak terima karena ia diberikan warisan dari orangtuanya.

"Jadi rumah ini milik orang tua saya yang tanahnya didapatkan dari warisan ibu ayah saya yang notabene adalah nenek saya," ungkap Najun dilansir TribunnewsBogor.com.

Najun menyebut jika sang tetangga merupakan pamannya dari sebelah ayah.

"Beliau yang lempar-lempar juga adalah kakak dari nenek saya alias Pakde dari ayah saya. Pakde ayah saya sudah mendapat bagian sendiri. Begitu pun ibu dari ayah saya," sambungnya.

Selain itu Najun mengatakan jika dulu rumahnya sekarang berbeda.

Kala itu rumah Najun masih belum ada pembatas tembok dengan rumah Pakde dan saudaranya yang lain.

Hingga akhirnya orang tua Najun memutuskan untuk membangun tembok tinggi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved