seputar islam
Orang Cerdas Menurut Rasulullah: Mampu Mengendalikan Diri, dan beramal untuk Kehidupan Setelah Mati
Orang yang paling banyak dalam mengingat mati dan dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas.
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM -- Orang Cerdas Menurut Rasulullah: Mampu Mengendalikan Diri, dan beramal untuk Kehidupan Setelah Mati.
Kata cerdas berasal dari bahasa latin yang telah menjadi kata serapan bahasa Indonesia, yang berarti memahami, mengumpulkan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerdas merupakan kata sifat memiliki arti : sempurna perkembangan akal budinya baik untuk berpikir, memahami, mengerti, dan sebagainya.
Cerdas juga bermakna memiliki tajam pikiran.
Orang yang cerdas artinya orang yang mengumpulkan dan memahami informasi dengan mudah; orang yang memiliki kemampuan berpikir bagus, cepat memahami akan sesuatu.
Rasulullah SAW, memiliki definisi sendiri tentang cerdas.
Dalam suatu riwayat Nabi SAW menyebut orang yang cerdas adalah orang mereka yang mempersiapkan diri dan mempersiapkan bekal setelah mati.
Yang demikian disebut sebagai orang cerdas.
Nabi Bersabda:
“Orang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR at-Tirmidzi).
Dalam hadis lain:
Rasulullah SAW ditanya oleh salah seorang Anshar yang dibawa Ibnu Umar menemuinya “Wahai Nabi siapakah orang yang paling cerdas dan mulia?”
Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak dalam mengingat mati dan dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat. (HR at-Tirmidzi).
Dalam Islam, dunia adalah sementara dan sifatnya fana. Kehidupan sebenarnya dan abadi adalah kehidupan setelah di dunia atau setelah kematian.
Bekal terbaik agar bahagia dalam kehidupan setelah hidup di dunia adalah bekal takwa. Sebaik-baik bekal adalah takwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ilustrasi-rasulullah2.jpg)