Resep dr Zaidul Akbar
Cara Penyembuhan Penyakit Jantung Oleh dr Zaidul Akbar, Hindari 2 Penyakit Hati Kepada Orang Lain
Inilah cara penyembuhan penyakit jantung oleh dr Zaidul Akbar selaku ahli kesehatan sekaligus pendakwah, hindari 2 penyakit hati kepada orang lain...
Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Moch Krisna
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri
TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah cara penyembuhan penyakit jantung oleh dr Zaidul Akbar selaku ahli kesehatan sekaligus pendakwah.
dr Zaidul Akbar membagikan cara mudah penyembuhan penyakit Jantung dengan mudah lewat channel youtubenya dr Zaidul Akbar Official, Kamis (9/11/2023).
Menurut dr Zaidul Akbar penyakit jantung bisa disebabkan oleh penyakit hati.
Hal tersebut ia ungkap usai seorang jamaah bertanya terkait obat apa untuk mengobati penyakit jantung.
dr Zaidul Akbar yang mendengar hal itu kemudian menganjurkan agar menghindari makanan tertentu dan rutin berbekam.
Namun lebih daripada itu, dr Zaidul Akbar menegaskan bahwa agar terhindar dari penyakit jantung, hindari segala macam penyakit hati seperti rasa was-was, rasa curiga pada orang lain.
Sebut dr Zaidul Akbar, jantung mempunyai emosi, emosinya jantung itu terdiri dari rasa was-was, curigaan, tidak ada rasa percaya dan suka menduga-duga.
Maka idari itu penting sekali diri untuk bisa mengontrolnya.
Adapun cara mengontrolnya adalah dengan menyerahkan semua hal kepada Allah agar hati tidak mudah menaruh rasa was-was hingga curiga.
"Cara mengontrolnya serahkan sama Allah, jangan dikit-dikit was-was, curiga, gak percayaan, karena setiap organ itu punya emosi," kata dr Zaidul Akbar.
Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar yang dikenal sebagai pakar obat herbal ala Rasulullah inimengatakan bahwa jantung selain membutuhkan makanan sehat tapi juga perlu diberikan makanan emosi. Makanan emosi itu adalah tidak menaruh hal-hal negatif, tidak curiga, tidak was-was dan sebagainya.
Anda bisa memulai melatih emosi jantung dengan hal-hal positif.
Misalnya, ketika pasangan anda pergi, mulailah berprasangka baik dan titipkan pasangan anda kepada Allah.
"Ketika seorang istri, lalu suaminya pergi, bilang "Ya Allah kutitipkan suamiku padamu" itu kalimat yang nanti menganulir semua curiga, was-wasnya dia, sebab ketika kalimat itu tidak dia sampaikan ke dalam bentuk doa segala macam, pergi kemana suami dia cuiriga, was-was, sekan-akan tidak ada yang melindungi suaminya, akhirnya yang jadi sasaran adalah raganya sendiri itu maksudnya," kata dr Zaidul Akbar memberikan contoh.
Baca juga: Kode Promo GoFood Hari Ini 9 November 2023, Diskon Hingga 35 Persen, Pesan Makan Beli 1 Gratis 1
Maka tegas dr Zaidul Akbar, penting sekali umat Islam memperbanyak dzikir dan meminta ketenangan dari Allah agar rasa was-was hilang.
"Maka kalau kita bicara jantung, mulai perbanyak dzikirnya, minta ketenangan dr Allah," pungkasnya.
dr Zaidul Akbar Ungkap 3 Hal Ini Jadi Penyebab Lemahnya Jantung, Dipengaruhi Oleh Penyakit Hati
dr Zaidul Akbar mengungkap penyebab lemahnya jantung seseorang, ternyata hal ini berkaitan dengan penyakit hati.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab lemahnya kondisi jantung yang disampaikan oleh dr Zaidul Akbar.
Secara umum, penyebab lemahnya jantung bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti makanan yang dikonsumsi, aktivitas tubuh, pola hidup yang tidak sehat dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, dr Zaidul Akbar mengungkap bahwa salah satu penyebab lemahnya jantung yang sering kita sepelekan adalah adalah penyakit hati.
Hal tersebut disampaikan dr Zaidul Akbar pada kesempatan dakwahnya yang diunggah ulang melalui kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official.
Dalam penjelasannya, beberapa penyakit hati yang dapat menyebabkan lemahya jantung menurut dr Zaidul Akbar adalah buruk sangka, curiga, dugaan bahkan kebencian yang timbul dari dalam hati dapat menyebabkan pelemahan pada jantung.
"Buruk sangka, curiga, dugaan, bahkan kebencian, itu akan menjadi penyebab lemahnya jantung. Jadi kalau cara mudah terkena penyakit jantung gimmana? Oh gampang, curigaan aja terus sama orang, buruk sangka aja terus, duga-duga buruk terus sama orang," kata dr Zaidul Akbar.

Maka dari itu, jika ingin terhindar dari penyakit jantung hindarilah berprasangka buruk dan hindari menaruh sikap curiga pada orang lain.
"Kalau itu dikembalaikan ke kalimat yg benar berarti cara kita menjaga jantung itu tetap baik apa? Dimulai dari kandungan, maka jangan banyak duga-duga tentang sesuatu, jangan banyak duga-duga tentang orang lain, jangan banyak duga-duga tentang orang di luar kita apalagi orang yang sangat dekat dengan kita,"
Jika anda was-was terhadap kejahatan manusia, itu di luar kendali diri kita. Maka letakkan waspada bukan berburuk sangka.
"Kalau misalkan dia mau berbuat buruk sama kita, itu lain cerita ya.
Tapi ini tidak dalam hal ini katakanlah orang jam setengah satu panjat pagar kita, apa kita harus berbaik sangka? Bukan begitu maksudnya, itu kita harus waspada bukan baik sangka," bebernya," sambung dr Zaidul Akbar.
Baca juga: Cara Baik Menjaga Liver dan Otak Oleh dr Zaidul Akbar, Campur Jahe dan Kunyit dengan Minyak Zaitun
Baca juga: Cara Penyembuhan Penyakit GERD Oleh dr Zaidul Akbar, Mudah Cukup Minum Ramuan Ini Tiga Kali Sehari
Contohnya, dalam konteks yang normal, misalkan jika kita berteman, jangan menaruh prasangka buruk.
Mulailah pertemanan yang baik dengan lingkungan sekitar dan membuat prasangka baik terhadap teman.
Menduga atau berprasangka buruk terhadap sesuatu yang belum terjadi atau terhadap orang lain bisa membuat jantung bermasalah tutur dr Zaidul Akbar.
"Harus dalam konteks yang normal misalkan kita punya teman, 'jangan-jangan dia mau menjerumuskan saya ini, jangan-jangan dia, jangan-jangan dia banyak betul curiganya, gak boleh," pungkas dr Zaidul Akbar.
Cara Mengurangi Resiko Terkena Serangan Jantung
Disisi lain, dr Zaidul Akbar mengungkap cara mengurangi resiko terkena serangan jantung.
dr Zaidul Akbar menerangkan bahwa tidur cukup bisa menjadi jawaban untuk sebagian besar masalah fisik atau mental.
Namun, ada garis tipis antara tidur dengan jumlah waktu yang tepat untuk tidur berlebihan dan kurang tidur.
Menurut penelitian, durasi tidur dapat mempengaruhi risiko terkena serangan jantung, terlepas dari faktor risiko penyakit jantung di antaranya tidak melakukan tidur di pagi hari.
"Maka sebenarnya pada saat jam itulah tubuh manusia diberikan NO, untuk itu saat pagi hari telah diberikan berlimpah sebagai pencegahan serangan jantung dan stroke Jangan sampai dipagi hari malah tubuh untuk tidur, oleh karena itu di dalam umat Islam ada larangan untuk jangan tidur di pagi hari antara kisaran dari pukul 04:00 hingga 07:00.
Jangan sampai dengan berlimpahnya rizki dimana Allah telah memberikannya saat waktu pagi tersebut, malah dibuat tidur berarti malah kurang ajar, tidak sopan banget. Padahal dilihat dari segi kesehatan jika orang yang selalu tidur di pagi hari akan berpotensi kena serangan jantung," katanya dilansir dari Bangkapos.

Selain itu kata dr Zaidul Akbar ialah menjaga perasaan hati. Hal ini perlu dilakukan untuk terbiasa mengontrol kesabaran karena dapat mengganggu kesehatan.
"Kalau kita kerjakan dengan baik maka tubuh kita akan sehat dan dihadapi dengan sabar, respon pertama ketika menghadapi sesuatu," ungkap ustaz Zadul Akbar.
"Suatu ketika saya kemarin bertemu dengan doktor menuju profesor sedang tes. Saat akan diambil darahnya untuk di tes, orang itu dibikin kondisi dengan bermasalah melalui informasi buatan, diberitahu bahwa keluarganya kecelakaan.
Maka ketika saat cemas diambil darahnya hasil dari tes tersebut mengakibatkan seluruh parameter imunitas atau kekebalan tubuh dia turun semua.
Akan tetapi setelah diberitahukan bahwa informasi tentang keluarganya yang kecelakaan itu bohon belaka, akirnya orang tersebut menjadi lega, ahhh..ternyata hanya bohongan belaka.
Kemudian ketika perasaan itu menjadi normal kembali dan diambil darahnya untuk di tes lagi, maka hasilnya pun normal. Itu berarti bahwa perasaan atau kolbu seseorang itu dikendalikan apa yang dirasakan, didengan dan apa yang kita liat," lanjut dr Zaidul Akbar.
dr Zaidul Akbar menyarankan untuk lebih berhati-hati terhadi pibrasi apa yang ada dalam hati, karena hati itu mempunyai pibrasi. Semakin banyak pibrasi yang baik pada hati maka semakin besar bisa melihat sesuatu atau tanda kebesaran Allah SWT.
"Semakin rusak pibrasi maka semakin berat pula hati tersebut untuk mendapatkan pibrasinya, jadi kalau hati itu baik maka keseluruhannya akan menjadikan baik, dari sinilah saya belajar.
Ternyata memang Islam, bahwa kolbu kita memang bergantung pibrasinya dan frekvensinya bahkan getarannya dari apa yang kita lihat dan kita latih untuk bisa bergetar.
Contoh, ketika kita melihat matahari atau ketika waktu sekolah dasar (SD) ditunjukan suatu gambar pemandangan, gunung, burung, sawah, matahari dan ada orang-orangan.
Gambar ini kalau kita lihat maka itu adalah sebuah gambar, akan tetap jika kita melihatnya dengan kacamata kolbu atau dengan kacamata iman maka akan berbeda jawabannya, bagaimana caranya.
Di dalam setiap gambar maka jika kita jawab dengan adanya keimanan dan ini supaya di ajarkan pada setiap anak-anak terutama pada setiap anak muslim.
Maka dengan jawaban keimanan, akidah dan ketakwaan yang tinggi, bawah gambar-gambar tersebut akan mempunyai sebuah arti, ini gambar matahari yang sedang menjalankan perintah Allah untuk menyinari dunia, ini gambar gunung yang sedang menancapkan kaki-kakinya dibumi Allah, ini gambar sungai yang sedang memberikan kehidupan untuk makhluk ciptaan Allah.
Itulah perbedaannya, hal seperti itu harus bisa menjaga pibrasi hati kita agar kita semakin takwa kepada Allah. Karena dengan adanya kita melihat itu bukan hanya pada mata saja akan tetapi kita melihat dari mata, hati dan perasaan atau melihat dengan mata kolbu dan Allah akan terlihat di mana-mana," tutup ustaz Zaidul Akbar dalam ceramahnya.

Baca juga: Marahnya Okie Agustina Diduga Diselingkuhi Gunawan Dwi Cahyo, Kini Siap Menjanda Lagi
Jangan Digoreng, Begini Cara Makan Tempe dan Telur yang Benar Resep dr Zaidul Akbar
Satu di antara makanan yang banyak dikonsumsi dan digemari masyarakat ialah telur dan tempe.
Bahkan tempe menjadi satu di antara makanan favorit yang banyak dimakan oleh masyarakat di manapun berada.
Tempe disebut banyak manfaat, selain harga yang relatif murah, rasa yang enak dan mengolahnya juga sangat mudah.
Namun tahukah kamu ada cara makan tempe yang benar dan sehat?
Penggagas kampanye Jurus Sehat Rasulullah, dr Zaidul Akbar menerangkan bahwa cara makan tempe terbaik yaitu tidak digoreng, Hal ini dikarenakan selain tempe yang sudah matang pada awalnya, memasak dengan cara menggoreng dapat menghilangkan kandungan dalam tempe.
"Jadi tempe itu sebenrnya sudah matang, kedelainya sudah matang tenang saja, sudah direbus, jadi jangan khawatir, dikasih probiotik, eh ragi kan? makanya dia makanan yang paling sehat dan probiotik itu rusak dengan pemanasan, paham maksudnya? maksudnya makan tempe itu gimana? ya jangan digoreng, habis semua biotiknya," ungkapnya.
dr Zaidul Akbar menyebutkan jika di goreng akan merusak kualitas tempe. Hal ini sama seperti menggoreng telur.
Untuk itu ia menyarankan untuk tidak menggoreng, melainkan direbus untuk konsumsi telur.
"Dia kan kuman, kuman baik bahasa kita gitu loh, kuman baik itu ada pada tempe tadi, ketika dia digoreng dipanaskan rusak, sama kayak telur, jika anda mau makan telur mending setengah matang, telur kampung gitu loh, kan tidak terlalu panas dan tidak pakai minyak juga, baik kayak begitu," paparnya.
Baca juga berita lainnya di Google News
Tribunsumsel.com
dr Zaidul Akbar
Resep dr Zaidul Akbar
Cara Penyembuhan Penyakit Jantung
Penyakit Hati
Cara Mengatasi Masalah Pencernaan dan Paru Paru Oleh dr Zaidul Akbar, Coba Rutin Konsumsi Ramuan Ini |
![]() |
---|
Cara Ampuh Mengobati Penyakit Sinusitis Oleh dr Zaidul Akbar, Minum Ramuan Jahe dan Kayu Manis Rutin |
![]() |
---|
Cara Mengatasi TBC Tulang dan Usus Oleh Dr Zaidul Akbar, Konsumsi Minuman Temulawak dan Ini |
![]() |
---|
Cara Mengatasi Meriang Demam Oleh dr Zaidul Akbar, Minum Ramuan Tradisional Ini Tiga Kali Sehari |
![]() |
---|
Cara Mengatasi Darah Rendah Oleh Dr Zaidul Akbar, Konsumsi Madu, Vitamin C dan Sayuran Hijau Pekat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.