Hari Santri Nasional 2023
4 Contoh Teks Amanat/Pidato Pembina Upacara Hari Santri Nasional 2023, Singkat dan Inspiratif
Berikut ini adalah contoh teks amanat pembina upacara Hari Santri Nasional 2023, singkat dan inspiratif yang cocok jadi referensi untuk kegiatan upaca
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
Di tengah tantangan global dewasa ini santri hadir sebagai implementasi terhadap umat dan bangsa sebagaimana ajaran Islam yang rahmatan lill 'alamin, yaitu Islam yang wasatiyah dan Islam yang Ahlusunnah wal Jamaah.
Peran santri dalam menjawab tantangan zaman di tengah pergolakan zaman sangat dibutuhkan kecakapan, iman, ilmu dan amal dari santri.
Hal ini dilakukan sebagaimana mewujudkan esensi dan eksistensi santri sebagai insan pelopor yang bernafaskan Islam.
Untuk itulah santri dituntut mampu beradaptasi dengan pola perkembangan yang semakin pesat.
Sekian pidato yang bisa saya sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon maaf. Wassalamu'alaikum wr wb.
Baca juga: Link Twibbon/Poster Hari Santri Nasional 22 Oktober 2023, Lengkap Cara Menggunakannya
#Contoh-3
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hadirin peserta upacara yang saya hormati, seperti yang sudah kita ketahui pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional 2023 mengingatkan kita terhadap sejarah perjuangan ulama-santri di masa lalu.
Bahkan, perjuangan ini dianggap sebagai hari penting ketika Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menetapkannya sebagai sebuah peringatan.
Hingga saat ini, kita dapat melihat bagaimana sejarah tersebut diingat dan dirayakan setiap tahunnya pada 22 Oktober.
Para peserta upacara yang saya sanjungi, penetapan ini tentu tidak serta merta dibuat untuk mengingat sejarah saja. Lebih dari itu, kenangan tentang sosok tokoh-tokoh bangsa pada masa pasca kemerdekaan perlu kita ingat juga.
Sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa syukur, pahlawan yang berjihad kala itu berhasil membawa kita ke masa tenteram sekarang. Nama-nama seperti KH. Hasyim Asy’ari, H.O.S Cokroaminoto, KH. Ahmad Dahlan, Maria Josephine Walanda, dan lain-lainnya patutnya kita kenang.
Mereka telah berjuang demi masa depan, melawan penjajah yang ingin mendapatkan kembali tanah air yang saat itu sudah menyatakan merdeka.
Peserta upacara sekalian, resolusi jihad yang telah ditanamkan pada masa lalu sekali lagi harus kita syukuri. Kemerdekaan yang ingin direnggut dipertahankan dengan metode jihad fi sabilillah.
Terlepas dari berbagai tokoh lain, para kiai serta santri-santrinya ikut menghalau pergerakan bangsa asing sehingga kemerdekaan dapat dipertahankan.
Bukan hanya mempertahankan diri, namun bergerak maju untuk mengusir mereka semua. Kobaran semangat pun dapat terlihat dari berbagai gerakan di seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/4-Contoh-Teks-AmanatPidato-Pembina-Upacara-Hari-Santri-Nasional-2023-Singkat-dan-Inspiratif.jpg)