Berita Palembang
Koperasi di Sumsel Bakal Sediakan Beras Bulog SPHP, Dijual Rp 54.500 Kemasan 5 Kg
Beras bulog SPHP nantinya akan tersedia di seluruh koperasi di Sumsel dan dijual Rp 54.500 Kemasan 5 Kg
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Untuk menekan laju inflasi, khususnya pada kenaikan harga beras, Pemerintah Provinsi Sumsel bakal melakukan MoU dengan Bulog Sumsel dan Babel untuk penyediaan beras bulog SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan).
Beras bulog SPHP nantinya akan tersedia di seluruh koperasi di Sumsel dan dijual Rp 54.500 Kemasan 5 Kg
"Selama ini kita mendengar bahwa harga beras naik dimana-mana, namun upaya sudah kita lakukan dan akan terus dilakukan untuk menekannya," kata Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni usai menerima audiensi Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel dan Babel, Rabu (18/10/2023).
Untuk itu, Pemrov Sumsel akan melakukan kerja sama dengan Bulog, agar ketersediaan beras SPHP di berbagai tempat terjamin.
Sehingga, beras sampai ke masyarakat dan mereka terbantu dengan beras SPHP yang merupakan beras dengan harga murah kualitas premium.
"Kita kerja sama dengan Bulog untuk penyediaan beras di koperasi di seluruh Sumsel. Pemerintah daerah (Pemda) juga kita ajak untuk membantu mengerahkan koperasi yang ada di wilayahnya untuk ikut membantu menjual bahan pokok dan mudah-mudahan harga beras bisa turun," katanya.
Baca juga: Pj Gubernur Sumsel Imbau Warga Setop Boros Beras, Makan Tidak Banyak, Cari Makanan Alternatif
Selain menggandeng seluruh koperasi se-Sumsel, pihaknya juga masih akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah diberbagai wilayah Sumsel secara masif.
Termasuk menghadirkan Toko Kepo (Kebutuhan Pokok) yang menjual berbagai bahan pangan murah dari pasaran.
Ia menambahkan, laporan dari Bulog jika stok beras yang ada di gudang Bulog aman sampai Maret 2024 mendatang.
Dirinya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak membeli secara berlebihan beras SPHP ini, namun sesuai kebutuhan saja.
Fatoni mengatakan, produksi beras di Sumsel masih dalam kategori cukup.
Ia juga meminta kepada para petani yang akan panen nanti untuk menjualnya ke Bulog, bukan ke luar wilayah Sumsel.
"Kita minta petani menjual hasil panennya nanti ke internal kita dulu agar Sumsel tidak kekurangan. Kita juga akan mengimbau pelaku usaha untuk memenuhi di kita dulu," kata Fatoni.
Pada dasarnya, meski Sumsel terkendala cuaca elnino sehingga membuat produksi beras dan gabah turun, kebutuhan untuk masyarakat di Sumsel sebenarnya mencukupi.
Sementara itu Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Mohamad Alexander mengatakan, akan ikut membantu mengatasi permasalahan inflasi dengan menggelontorkan beras SPHP di Sumsel.
"Stok kami sangat cukup untuk 4-5 bulan ke depan dan kami akan ikut mendukung program Pemprov Sumsel dalam ketahanan pangan dan stabilisasi harga beras melalui berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menekan inflasi," kata Alex.
Dirinya juga menyambut baik MoU yang dilakukan bersama Pemprov Sumsel. Dimana seluruh koperasi di Sumsel akan menjadi outlet Bulog dalam penyaluran komoditas dari Bulog sampai ke lapisan terbawah.
"Sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas) HET pembelian beras SPHP dari Bulog Rp 9.950 per kg. Sementara di tingkat masyarakat HET-nya Rp 10.900 atau Rp 54.500 per 5 kg, sudah ada ketentuannya dan tidak boleh menjual di atas itu," kata Alex
Sepanjang tahun ini, penyaluran beras SPHP sudah mencapai 32.800 ton. Sementara stok beras di gudang saat ini cukup hingga Maret 2024 mendatang.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-Sumsel-Agus-Fatoni-mengatakan-beras-bulog-SPHP-dijual-seluruh-koperasi-di-Sumsel.jpg)