Berita Banyuasin

Ibu-Ibu di Banyuasin Tewas Usai Dijambret, Pelaku Buron, Penadah di Bawah Jembatan Ampera Ditangkap

Ibu-Ibu di Banyuasin Tewas Usai Dijambret, Pelaku Buron, Penadah di Bawah Jembatan Ampera Ditangkap

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dok. Polres Banyuasin
NW pedagang di bawah Jembatan Ampera yang juga penadah barang curian hp milik Betty Herawati, kini polisi memburu jambret yang menyebabkan Betty Herawati meninggal dunia. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kepolisian Polsek Mariana Polres Banyuasin hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku jambret yang menewaskan wanita bernama Betty Herawati (40).

Tepatnya aksi jambret yang menelan korban jiwa itu terjadi di Jalan Sabar Jaya depan Pasar Wempe Ko.Bali Desa Sungai Gerong Kecamatan Banyuasin l Kabupaten Banyuasin, Kamis (21/9/2023) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kini polisi baru berhasil menangkap diduga penadah hp curian milik korban.

Dimana, penadah barang curian yang berhasil diamankan adalah WN pemilik warung kopi di bawah jembatan Ampera 8 Ulu Palembang. 

Baca juga: Ogan Ilir Bakal Miliki Komplek Perkantoran Lembaga Vertikal, Tempati Lahan 10 Ha di Indralaya Utara

Kapolsek Mariana AKP Marzuki menuturkan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku jambret atau perampasan ponsel yang menewaskan Betty Herawati warga Talang Andong RT 016 RW 003 Desa Sungai Rebo Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin.

"Ponsel korban ditemukan di salah satu warung kopi milik WN dibawah jembatan Ampera 8 Ulu Palembang.  WN mengaku ponsel tersebut dibelinya dari temannya," kata Marzuki, Jumat (6/10/2023).

Menurut Marzuki, penjambretan dilakukan pelaku saat korban mengendarai sepeda motor dan ponsel dikalungkan di leher.

Saat itulah, pelaku langsung merampas ponsel milik korban.

Melihat ponselnya dirampas, korban langsung mengejar pelaku menggunakan sepeda motor yang dikendarainya.

Saat di tikungan jalan Sabar Jaya Kampung Bali Pasar Wempe, korban mengalami kecelakaan dengan menabrak mobil truk yang terparkir di pinggir jalan.

"Korban Beti Erawati bersama Darti dan cucunya Rihano Bintang Ramadhan terpental. Karena kejadian itu, korban dilarikan ke RS Dr Rivai Abdulah Mariana untuk dilakukan pengobatan. Namun korban Beti Erawati meninggal dunia saat dirawat," ungkapnya.

Atas Kejadian ini, keluarga korban, Gultom Sebagolan (31) melapor ke Polsek Mariana.

Dari Gultom Sebagolan, Polsek Mariana langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.

Mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan ponsel korban, Kanit Reskrim Iptu Yuli Mishardi  dan Katim Opsnal Bripka Guntur langsung melakukan penyelidikan.

Ternyata ponsel korban ditemukan di tangan WN, salah satu pemilik warung kopi di bawah jembatan Ampera 8 Ulu Palembang.

Saat ini WN yang diduga sebagai penampung barang curian telah diamankan polisi. 

"Sekarang kasus ini masih dalam pengembangan Unit Reskrim Polsek Mariana. Dari penangkapan ini, selain penampungan WN, kami juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah unit HP merek VIVO Y02, dan 1 buah kotak HP VIVO Y0W," pungkasnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di google news 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved