Heboh Bayi Tertukar di Bogor

Terkuak Isi Kesepakatan Dian dan Siti Mauliah Usai Bayi Resmi Ditukar, Psikolog : Butuh Pendampingan

Resmi menyerahkan bayi masing masing, ternyata Siti Mauliah dan Dian Prihatini membuat kesepakatan.Isi kesekapatan tersebut berkaitan dengan intensi

Editor: Moch Krisna
(Kolase TikTok)
Bayi tertukar di Bogor saat ini sudah resmi tinggal di rumah orangtua kandungnya masing-masing. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Resmi menyerahkan bayi masing masing, ternyata Siti Mauliah dan Dian Prihatini membuat kesepakatan.

Isi kesekapatan tersebut berkaitan dengan intensitas pertemuan keduanya terhadap dua bayi tersebut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dina Serliana kakak kandung dari Dian Prihatini melansir dari Tribunnewsbogor.com, Jumat (29/9/2023)

Adapun Dina menyebut bahwa Dian dan Siti sepakat untuk tidak sering-sering bertemu anak asuh masing-masing.

Dian ingin menjaga psikologis anak kandungnya, Daanish dan juga anak asuhnya, baby El.

Ia tidak mau kedua bayi tertukar bingung dengan sosok ibu kandungnya jika saling bertemu satu sama lain.

"Emang udah sepakat kita enggak mau kasih saling ketemu. Kasian psikologis anaknya, mereka jadi bingung nanti," ungkap Dina saat siaran tiktok.

Perihal aturan tegas dari Dian itu, Dina mengungkap maksud baiknya.

Dina membantah bahwa Dian tega dengan Siti yang ingin selalu dekat dengan Daanish.

Namun keluarga Dian hanya ingin pihak Siti bersabar jika ingin bertemu Daanish.

"Kita bukan enggak boleh (Siti) jenguk (Daanish), tapi dibatasi biar lebih erat lagi bondingnya anak ke orangtua masing-masing," imbuh Dina.

Sementara itu, terkait aturan tegas dari Dian tersebut, Siti Mauliah mengurai tanggapannya.

Sembari menahan tangis, Siti mengaku masih susah mengikhlaskan Daanish.

Sebab sudah satu tahun lamanya Siti merawat anak kandung Dian seperti anaknya sendiri.

"Susah melepas begitu aja dan mengikhlaskan begitu saja saya bener-bener susah. Terpisah sama Danish lebih berat yang sekarang saya alami," ungkap Siti.

Kendati demikian, Siti tetap berusaha untuk menjaga kewarasannya selalu agar kasus bayi tertukar yang tengah berproses di kepolisian terus berlanjut.

Dilansir dari tayangan Kompas.com di Youtube, Siti mengurai harapannya.

Semoga tidak ada lagi kejadian bayi tertukar jilid 2.

"Cuma saya aja yang merasakan seperti itu, orang lain enggak tahu. Jadi jangan sampai ada korban lagi. Cukup saya aja sama ibu Dian yang mengalami cobaan ini, jangan sampai menimpa ibu lain dan anak lain se-Indonesia," pungkas Siti.

"Ini benar-benar ujian paling berat paling menyakitkan dan paling menyedihkan," sambungnya.

Butuh Psikolog

Seperti diketahui, imbas dari kasus bayi tertukar, kedua ibu mengalami kondisi pilu.

Namun yang paling terlihat sedih adalah Siti Mauliah.

Tak seperti Dian yang semringah kala penukaran resmi bayi tertukar, Siti justru tampak murung.

Ibu empat anak itu rupanya tengah menahan perasaan rindu akan anak asuhnya.

Saking kepikirannya dengan Daanish, Siti sampai harus rutin ke psikolog.

Seminggu dua kali Siti berkonsultasi dengan ahli.

Tak cuma itu, Siti juga mengaku berat badannya turun tujuh kilogram akibat kasus bayi tertukar.

Terkait kondisi memilukan itu, Psikolog Unika Soegijapranata Endang Widyorini pun turut mengurai saran.

Diungkap Endang Widyorini, Dian dan Siti harus mendapat pendampingan khusus guna memulihkan mental mereka.

"Pendampingannya berbeda. (Untuk Dian) Pendampingan supaya bisa menerima kehilangan anak, dan adaptasi dengan anak yang baru," ujar Dian.

"Kalau bu Siti harus bisa memaafkan kesalahan-kesalahan yang terjadi sehingga dia terpisah dengan anak kandung," sambungnya

Kronologi Penukaran

Siti Mauliah yang melihat Daanish menangis justru tetap tak menemui anak asuhnya itu meski juga meras rindu.

Saat itu diketahui jika Siti Mauliah kembali bertemu dengan anak asuhnya, Daanish yang telah berpisah tersebut dalam agenda penyerahaan bayi tertukar di Mako Polres Bogor.

Dalam momen itu Daanish akhirnya menangis saat melihat Siti Mauliah.

Selain itu ia mengaku perasaannya berat karena masih belum rela berpisah dengan Daanish.

"Di atas dia (Daanish) tadi melihat saya, walau pun saya gak bisa memagang dia ya, saya bertahan walau sakit," kata Ibu Siti kepada wartawan.

Akan tetapi meski menangis merindukan Siti, Daanish sama sekali tak bisa mendekati orangtua asuhnya itu

Sebab saat itu Siti Mauliah justru tetap menjaga jarak.

"Ditangisin anak (Daanish) karena mau ke saya, saya tetep bertahan biar dia tetep di orang tuanya," kata Ibu Siti.

Siti mengatakan bahwa bonding Daanish dengan ibu kandungnya, Ibu Dian, memang sulit.

Karena Daanish sudah terlalu melekat dengan Ibu Siti ketika dia asuh saat bayi masih tertukar.

"Karena dari awalnya dia gak pernah lepas dari saya," kata Siti.

Meski demikian, Siti mengaku bahwa dirinya masih memiliki rasa belum rela berpisah dengan Daanish.

"Susah, susah melepas begitu aja dan mengikhlaskan begitu saja saya bener-bener susah. Itu harus bener-bener butuh waktu ya untuk tahapan bisa mengikhlaskan Daanish lepas dari saya.

Sangat berat ini dibanding kita cari anak kemaren ya, terpisah sama Danish lebih berat yang sekarang saya alami," ungkapnya.

Namun Siti berharap jika anak asuhnya itu tetap dapat merasakan kebahagiaan lebih dengan orangtua kandungnya, Dian.

"Bahagia iya, terbesar bahagia, terus di sisi lain sakit ya, pisah sama anak yang selama 1 tahun kita asuh," kata Ibu Siti saat ditemui TribunnewsBogor.com di Mako Polres Bogor.

(*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved