G30S PKI 2023
2 Contoh Teks Pidato Upacara Peringatan G30S PKI 2023, Singkat dan Penuh Makna
Berikut 2 contoh teks pidato amanat pembina upacara ketika memperingati G30S PKI yang bisa dijadikan referensi.
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
Dua sahabat ini sama-sama suka memperkaya diri dengan ilmu sebagai bekal melawan penjajah.
Perjuangan mereka tidak mudah, Soekarno dan Hatta sama-sama pernah mengalami pengasingan. Tapi mereka tidak menyerah.
Dalam perjalanan melawan penjajah, keduanya juga pernah tidak sependapat, namun saling memberi dan menerima kritikan, agar tetap bersatu dalam perjuangan.
Sikap selalu ingin tahu, gigih berjuang, dan mau menerima kritikan itu menguatkan dua sosok pahlawan bangsa ini, sampai Indonesia merdeka.
Pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ini, marilah kita mengingat dan meneladani sikap Soekarno dan Hatta.
Meskipun sekarang kita tidak lagi dijajah, mari kita contoh sikap ingin tahu dari membaca buku, kegigihan dalam berjuang, saling menerima kritik dan bersatu satu sama lain.
Demikian sepatah dua patah kata yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kekurangan dalam penyampaiannya, saya mohon maaf.
Terima kasih atas perhatian semuanya, selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Baca juga: 21 Latihan Soal UAS/PAS PAI Budi Pekerti Kelas 7 SMP Semester 1 Beserta Kunci Jawabannya
#Contoh Teks Pidato Ke-2
Selamat pagi/siang,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air yang berbahagia.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji syukur yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang berkat rahmat dan anugerah-Nya, negara kita, Indonesia tetap eksis sebagai negara merdeka dan berdaulat yang berdasarkan Pancasila dan UUD '45.
Sebagai sebuah negara merdeka yang berdaulat dan berdasarkan Pancasila dan UUD '45, mempertahankannya menjadi suatu keharusan bagi kita semua dari setiap gangguan yang akan mengancam eksistensinya, baik yang datang dari luar maupun dari dalam.
Saya kira kita tidak akan pemah melupakan bahwa pada tanggal 30 September 1965 yang lalu telah terjadi tragedi nasional yang mengancam kedaulatan negara kita.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.