Dr Hadi : Seharusnya Wartawan Warisi Karakter Nabi

karakter Nabi secara universal bisa disingkat STAF, yakni sidik artinya jujur atau benar, Nabi dalam kehidupan sehari-hari selalu berkata benar dan be

Editor: Weni Wahyuny
Sriwijaya Post
Dr Hadi Prayogo Senior Editor Sriwijaya Post saat diwisuda menjadi Doktor ke 293, di Gedung Serba Guna, UIN Raden Intan Lampung, Sabtu (23/9). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAMPUNG - Banyaknya berita hoax, tendensius, atau memihak terutama menjelang perhelatan politik baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif/senator dan pilkada pada 2024 mendatang disoroti Dr Hadi Prayogo, Senior Editor Sriwijaya Post.

“Seharusnya wartawan mewarisi karakter Nabi sehingga terhindar menulis dan melaporkan berita yang melanggar nilai kebenaran,” katanya usai diwisuda menjadi Doktor ke 293, di Gedung Serba Guna, UIN Raden Intan Lampung, Sabtu (23/9).

Hadi diwisuda dengan predikat sangat memuaskan karena masa pendidikan hanya 2 tahun, 9 bulan dengan IPK 3,64.

Sedangkan judul disertasinya adalah Manajemen Pendidikan Jurnalistik Profetik di Journalist Boarding School Cilegon Provinsi Banten mendapat nilai A-.

Dalam wisuda Gelombang IV ini dibagi dua sesi yakni sesi pagi dan sesi siang yang totalnya sebanyak 1.100 wisudawan yang terdiri dari SI dan S2, sedangkan S3 yang diwisuda sebanyak 11 orang doktor.

Rektor UIN Raden Intan Prof Wan Jamaluddin Z Mag PhD memimpin langsung acara wisuda tersebut.

Dalam tahun 2023 ini, perguruan tinggi Islam yang dikenal memiliki lingkungan hijau ini melakukan lima gelombang wisuda.

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan karakter Nabi secara universal bisa disingkat STAF, yakni sidik artinya jujur atau benar, Nabi dalam kehidupan sehari-hari selalu berkata benar dan berlaku jujur.

“Jika karakter ini bisa diwarisi wartawan saat meliput dan menulis berita dia tidak mungkin membuat berita palsu, dan tidak sesuai fakta. Karena jurnalistik pada hakikatnya adalah semua hal yang terkait kebenaran,” jelas Hadi.

Karakter kedua Nabi yakni tablih atau menyampaikan.

Dikatakan Hadi, dalam menyampaikan wahyu Allah SWT, hampir semua Nabi tidak pernah menambah atau mengurangi sedikitpun wahyu dariNya.

“Alangkah baik jika wartawan juga menyampaikan berita sesuai fakta liputannya, tidak mengurangi atau menambahi opini wartawan itu sendiri atau opini siapapun,” papar Hadi yang juga mantan Pemred Sriwijaya Post sekaligus Kepala Newsroom Tribun Sumsel ini.

Karakter Nabi yang ketiga adalah amanah atau dapat dipercaya. Menjadi wartawan, tambahnya, harus bisa dipercaya dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan sehingga berita yang ditulis benar-benar bisa dipercaya, kredibilitasnya tinggi. Karena pada hakikatnya, pers memiliki peran sebagai penerang masyarakat sehingga harus bisa dipercaya informasi yang disampaikan.

Karakter Nabi yang keempat adalah fatonah atau cerdas.

Menurutnya, hampir semua Nabi memiliki kecerdasan tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved