Kebun Sawitnya Dirusak, H Halim Minta Anak Buahnya Tenang dan tidak Terprovokasi

Dikhawatirkan, jika tak juga ada penyelesaian bakal memicu terjadinya bentrok yang berujung bakal terjadinya pertumpahan darah.

Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi H HALIM
Pengusaha di Palembang H Halim, Minta Anak Buahnya Tenang dan tidak Terprovokasi 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Perseteruan antara PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB) milik tokoh masyarakat sekaligus pengusaha terkemuka di Sumsel Kemas H Abdul Halim Ali dengan PT Gorby Putra Utama (GPU) atau Gorby terkait kepemilikan lahan seluas hampir 3.800 hektare yang kini ditanami  kelapa sawit di Desa Sako Suban Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sepertinya belum juga berakhir.

Terkini, pada Minggu (3/9/2023) lalu terjadi upaya pendudukan paksa diakhiri dengan pengerusakan lahan kebun sawit PT SKB dan pemutusan jalan panen oleh Gorby.

Pihak Gorby berdalih mereka hanya menjalankan putusan pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) oleh Menteri ATR/BPN yang sebelumnya diberikan kepada PT SKB atas lahan tersebut.

Padahal, terkait pembatalan itu dari pihak PT SKB saat ini tengah menempuh upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta agar menganulir pembatalan HGU lahan tersebut oleh Menteri ATR/BPN yang persidangannya masih berjalan sampai saat kini.

Tak hanya sendiri, saat melakukan upaya pendudukan paksa disertai pengerusakan tersebut Gorby diduga turut pula dibekingi oleh puluhan oknum Personel Polri dari Kesatuan Brimob Kepala Dua Depok, Jawa Barat (Jabar) dan oknum anggota TNI dari Kesatuan Brigade Infanteri 8/Garuda Cakti (Brigif 8/GC) yang bermarkas di Rejang Lebong, Bengkulu.

H Halim minta anak buahnya tenang
Pengusaha di Palembang H Halim, Minta Anak Buahnya Tenang dan tidak Terprovokasi

Kondisi ini tak ayal membuat situasi memanas di areal yang saat ini tengah dipersengketakan diantaranya kedua belah pihak.

Baca juga: H Halim Palembang, Orang Terkaya Blak-blakan Ungkap Prinsip Hidup, Patuh Pajak Takut Tuhan

Dikhawatirkan, jika tak juga ada penyelesaian bakal memicu terjadinya bentrok yang berujung bakal terjadinya pertumpahan darah.

Hal ini tidak diinginkan oleh PT SKB, seperti yang disampaikan kuasa hukumnya, Bina Importa Sitohang,SH yang menyampaikan pesan dari owner sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT SKB, Kms HA Halim Ali.

"Beliau menitipkan pesan kepada pekerja kebun dan karyawan PT SKB yang ada di sana untuk tetap tenang. Dan jangan sampai terpancing dengan segala macam upaya provokasi. Meski sampai saat ini dari pihak Gorby masih terus melakukan pengerusakan dan upaya pendudukan lahan," sebut Bina.

H Halim lahan
Pengusaha di Palembang H Halim, Minta Anak Buahnya Tenang dan tidak Terprovokasi

Tak hanya itu, Gorby rupanya juga mengajak serta ratusan warga sekitar lokasi untuk melakukan pengerusakan kebun sawit itu dengan menggunakan 2 Unit Excavator dan 1 unit dozer.

"Klien kami sangat menyayangkan terjadinya pengerusakan lahan kebun sawit miliknya oleh Gorby. Terlebih kami juga mempertanyakan kehadiran dari puluhan personel TNI dan Brimob yang dipersenjatai lengkap di lokasi tersebut," ungkap tim kuasa hukum PT SKB, Bina Impola Sitohang,SH, Selasa (12/9/2023).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved