Berita Muara Enim untuk Rakyat

PT SBS Gelar Sosialisasi Pemahaman Peran Perusahaan Dalam Mencegah Penyakit ATM

Langkah yang diambil oleh perusahaan, tidak hanya memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat.

Editor: Sri Hidayatun
ARDANI/SRIPOKU.COM
PT Satria Bahana Sarana (SBS) melakukan sosialisasi tentang pemahaman upaya mencegah penyebaran penyakit Aids, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di masyarakat. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Sebagai bentuk upaya dan tanggungjawab dalam bidang kesehatan, PT Satria Bahana Sarana (SBS) yang diberikan kepercayaan oleh Asosiasi DInas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Provinsi Sumatera Selatan untuk melakukan sosialisasi tentang pemahaman upaya mencegah penyebaran penyakit Aids, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di masyarakat.

Acara tersebut menghadirkan Kemitraan Lintas Sektor, Lembaga/Badan Lainnya yang dihadiri Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum H Rinaldo,Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim.

"Perusahaan-perusahaan yang berkontribusi pada upaya pencegahan ini adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat menjadi mitra dalam pembangunan keberlanjutan," kata Sekretaris Perusahaan dan Kepatuhan PT SBS Teuku Rahadian, di ruang rapat Pangripta Sriwijaya Bappeda Muara Enim, Jumat (25/8/2023).

Menurut Rahadian, dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perusahaan harus turut ikut berperan aktif dalam upaya mencegah penyebaran penyakit Aids, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).

Langkah yang diambil oleh perusahaan, tidak hanya memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat, tetapi menggambarkan tanggung jawab sosial yang semakin diperhatikan oleh sektor bisnis.

Dan PT Satria Bahana Sarana (SBS) diberikan kepercayaan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Provinsi Sumatera Selatan untuk memberikan pemahaman "Peran perusahaan serta anggaran dalam upaya pencegahan dan pengendalian ATM" di Kabupaten Muara Enim.

Baca juga: Kaffah Buka Lomba Line Dance, Meriahkan HUT RI ke-78

Baca juga: Jelang Hari Kemerdekaan RI, Kaffah Minta Jadikan Penyemangat ASN

Lanjut Rahadian, upaya perusahaan dalam mencegah penyebaran penyakit ATM tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih peduli terhadap masyarakat di antara dunia bisnis.

Kemitraan antara sektor bisnis dan pemerintah daerah adalah kunci dalam mengatasi ancaman penyakit yang dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat, kita berhadap akan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan semakin menguat," pungkasnya.

Melalui langkah ini, perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga berperan penting dalam upaya mengatasi masalah kesehatan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan/Corporate Social Responsibility (CSR).

Keterlibatan perusahaan adalah bukti nyata komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menunjukkan sektor swasta memiliki potensi untuk menjadi mitra yang kuat dalam usaha bersama menciptakan dunia yang lebih sehat dan bebas dari penyakit," jelas Rahadian.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved