Berita Ganjar Pranowo

Adelia Nyaris Kehilangan Asa Ditinggal Keluarga, Kini Kembali Ceria Berkat Sekolah Gratis Ganjar

Adelia Rosehawa siswi SMKN 1 Demak sekolah semi boarding yang digagas Ganjar Pranowo sebagai pengembangan dari SMKN Jateng.

Editor: Vanda Rosetiati
DOKUMENTASI GANJAR
Adelia Rosehawa menemukan secercah cahaya berkat adanya SMKN 1 Demak semi boarding yang diinisiasi Ganjar Pranowo. Sekolah ini gratis untuk anak-anak bernasib kurang beruntung, secara ekonomi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, DEMAK - Episode muram dalam hidup Adelia Rosehawa pada 2019 silam, tak akan pernah terlupakan dara asal Cilacap itu.

Namun kini, Adelia bisa kembali cerita setelah ia mengenyam pendidikan pada Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMKN 1 Demak, sekolah semi boarding yang digagas Ganjar Pranowo sebagai pengembangan dari SMKN Jateng.

Betapa tidak, seluruh keluarga inti Adelia, ayah, ibu dan adiknya, ditambah sang paman, meninggal dalam peristiwa nahas.

Mobil yang ditumpangi Adelia dan keluarga mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari Jogja menuju Cilacap. Dari seluruh penumpang, hanya Adelia yang selamat dari maut.

Saat itu, usia Adelia baru 12 tahun. Masih begitu 'hijau' untuk ditinggal kedua orangtua, untuk selama-lamanya. Kepergian adik dan pamannya, menambah duka Adelia makin dalam.

Selanjutnya, ia pun harus hidup bersama sang nenek di ruang kecil bagian rumahnya yang disekat menggunakan papan. Karena rumah peninggalan orangtuanya itu disewakan, demi biaya hidup dan sekolah di tingkat pertamanya.

Lulus SMP, jalan hidup Adelia berasa gelap. Adelia nyaris kehilangan seluruh asa dalam hidupnya. Semangatnya redup dan nyaris kehilangan harapan.

Namun, pada akhirnya ia menemukan secercah cahaya berkat adanya SMKN semi boarding yang diinisiasi Ganjar Pranowo. Sekolah gratis untuk anak-anak bernasib kurang beruntung, secara ekonomi.

"Sempat frustasi. Akhirnya dapat informasi dari guru di SMP ada sekolah ini," kata Adelia di SMKN 1 Demak, belum lama ini.

Menurutnya, SMKN semi boarding itu mampu memberikan semangat baru baginya untuk mengejar cita-cita. Ia tidak bisa membayangkan jika tidak ada sekolah gratis dan berasrama tersebut.

"Kalau tidak ada sekolah semi boarding ini mungkin saya hanya lulus SMP saja, karena tidak ada biaya. Orangtua meninggal semua," tuturnya.

Kesempatan itu, ia menfaatkan dengan sungguh-sungguh. Apalagi, ayahnya sebelum meninggal berpesan dan berharap ia menjadi Polwan, kelak.

"Papa ingin saya jadi Polwan. Saya akan semangat berjuang dan tak akan menyerah," jelasnya sambil menyeka air matanya.

Menurutnya, sekolah semi boarding yang berada di SMKN 1 Demak itu sangat mengasyikkan. Selain gratis asrama, seragam dan makan, ia juga menemukan teman-teman yang bisa saling menyemangati.

"Bisa sekolah rasanya senang dan bahagia. Gratis, asrama, makan sampai seragam. Sekolahnya nyaman," tandasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved