Berita Muara Enim Untuk Rakyat

Pemkab Muara Enim Susun Profil Ekonomi Kreatif

Dengan adanya masukan dan kerjasama ekonomi kreatif akan bisa melakukan perbaikan sehingga akan menjadi referensi bagi OPD-OPD dan lebih terarah.

Editor: Slamet Teguh
Dokumen
Pemkab Muara Enim Susun Profil Ekonomi Kreatif 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparerkraf) menggelar rapat persiapan dan paparan awal penyusunan profil ekonomi kreatif, di ruang rapat Serasan Sekundang Muara Enim, Selasa (22/8/2023).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim, Isdrin, mengatakan berdasarkan undang-undang Nomor 24 Tahun 2019 Ekonomi Kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia, berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi, dengan total 17 sub sektor seperti kuliner, fesyen, seni rupa, musik, dan banyak lainnya.

Kegiatan ini, lanjut Isdrin, bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendata beragam jenis ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Muara Enim dan karakteristiknya.

Dengan adanya masukan dan kerjasama ekonomi kreatif akan bisa melakukan perbaikan sehingga akan menjadi referensi bagi OPD-OPD dan lebih terarah.

"Kegiatan penyusunan profil ini diharapkan dapat memberikan informasi yang mendalam tentang pelaku dan stakeholder yang terlibat dalam pengambilan keputusan antar sektor dan lintas sektor,” ujarnya.

Baca juga: PTBA Serahkan Bantuan Truk Arm Roll hingga Mesin Pemusnah Sampah untuk Pemkab Muara Enim

Baca juga: Bakal Hadir Pameran Kriya Nusa 2023 di JCC, Pemkab Muara Enim Akan Hadirkan Produk Unggulan

Masih dikatakan Isdrin bahwa ekonomi kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagat aset utama dalam menggerakkan ekonomi.

Salah satu permasalahan yang dihadapi industri ekonomi kreatif adalah partisipasi dan sinergi para pemangku kepentingan secara keseluruhan belum cukup kuat.

Kegiatan pemetaan dan penyusunan data ini dilandasi pentingnya pemetaan sosial (social mapping) yang berlandaskan aspek informasi keruangan (Sistem Informasi Geografis). Metode yang digunakan adalah pendekatan secara partisipatif dan pendekatan secara spasial (pemetaan).

Dengan terpetakannya seluruh potensi dalam komunitas ekonomi kreatif, diharapkan dapat saling berkoordinasi dan bekerjasama antar lembaga pemerintah, pelaku usaha dan institusi pendidikan dalam memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif daerah secara bersama-sama.

Hasil yang dicapai adalah masyarakat dapat mengetahui seluruh sebaran potensi daerah melalui penyusunan data profil ekraf. (Sripoku.com/ Ardani)

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved