seputar islam

Makna Persaudaraan dalam Hadits Al Muslimun Akhul Muslim dan Implementasinya dalam Kehidupan

Bayangkan bila hadits ini betul-betul dilaksanakan dalam kehidupan, tentu tidak akan ada tetangganya yang kelaparan atau sakit terlantar

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Makna Persaudaraan dalam Hadits Al Muslimun Akhul Muslim dan Implementasinya dalam Kehidupan 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Makna Persaudaraan dalam Hadits Al Muslimun Akhul Muslim dan Implementasinya dalam Kehidupan.


Kalimat Al Muslimun Akhul Muslim"merupakan salah satu Hadist Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Al-Bukhori dan juga diriwayatkan oleh Al-Muslim.

Al Muslimun Akhul Muslim artinya seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya.


Kalimat ini sesungguhnya memiliki makna sangat mendalam apabila betul-betul diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebatas ucapan atau slogan saja.

Kita pahami dulu apa arti saudara atau bersaudara.

Saudara dalam arti sempit menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah hubungan antara anggota keluarga (baik laki-laki maupun perempuan, dan juga yang lebih muda atau lebih tua).
Dalam pengertian yang lebih luas, saudara bermakna sebagai sanak atau kerabat, yaitu orang yang dekat atau bertalian secara kekeluargaan dengan individu.

Intinya persaudaraan berarti hubungan yang sangat dekat. Dengan demikian bila terjadi sesuatu baik susah senang akan dirasakan bersama. Begitu juga di antara saudara saling membutuhkan satu sama lain.

Harapan dari hadits Al Muslimun Akhul Muslim pun demikian, persaudaraan sesama muslim.

Sima hadist selengkapnya dari Al Muslimun Akhul Muslim Arab dan terjemahan bahasa Indonesia.


الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:


“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya. Tidak boleh mendhaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya.

Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya.

Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat.

Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat”


(HR. Bukhari no. 2442, Muslim no. 2580, Ahmad no. 5646, Abu Dawud no. 4893, at-Tirmidzi no. 1426 ; dari Abdullah bin ‘Umar radliyallahu ‘anhuma).

Sesungguhnya setiap muslim itu memiliki hubungan saudara. Bukan karena hubungan darah, namun karena ikatan hubungan agama.

Karena setiap muslim adalah saudara, hendaknya seorang muslim jangan sampai menyakiti muslim lainnya.

Apalagi jika sampai merendahkan kehormatan dan mendzalimi muslim lainnya, janganlah hal tersebut dilakukan.


Nabi telah menyebutkan dalam hadits di atas
Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya.

Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat.

Maknanya adalah bantu ketika saudara muslim mu membutuhkan bantuan. Beri kelapangan saat saudara muslimmu mengalami kesempitan. 

Bayangkan bila hadits ini betul-betul dilaksanakan dalam kehidupan, tentu tidak akan ada tetangganya yang kelaparan. Tentu tidak ada saudara muslimnya sakit terlantar sendirian, atau menjadi gelandangan karena tidak ada tempat tinggal.  Bila itu masih terjadi, barang kali kita semua belum betul-betul memaknai hadits ini.

Itulah penjelasan tentang makna Persaudaraan dalam Hadits Al Muslimun Akhul Muslim dan

Implementasinya dalam Kehidupan.

Baca juga: Arti Man Lazima Al-Istighfar, Hadits Anjuran Rasulullah untuk Membiasakan Istighfar, ini Manfaatnya

Baca juga: Mitos Bulan Safar Bulan Sial Penuh Musibah, ini Penjelasan Surat At Taubah Ayat 36 dan Hadits Nabi

Baca juga: Pengertian Mutaqaddimin dan Mutaakhirin, Istilah dasar dalam Ilmu Hadits, Begini Penjelasannya

Baca juga: Arti Qad Aflaha Man Aslama Waruziqa Kafafan, Hadits Tentang Orang yang Beruntung dan Rezekinya Cukup

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved