Arti Kata Bahasa Arab

Pengertian Mutaqaddimin dan Mutaakhirin, Istilah dasar dalam Ilmu Hadits, Begini Penjelasannya

Kata mutaqaddimin dan mutakhirin merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam ilmu dasar hadits, dilihat dari waktu periwayatannya.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Pengertian Mutaqaddimin dan Mutaakhirin, Istilah dasar dalam Ilmu Hadits, Begini Penjelasannya 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pengertian Mutaqaddimin dan Mutaakhirin, Istilah dasar dalam Ilmu Hadits, Begini Penjelasannya.

Kata mutaqaddimin dan mutakhirin merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam ilmu dasar hadits, dilihat dari waktu periwayatannya. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Pengertian Mutaqaddimin

Mutaqaddimin adalah ulama yang hidup di masa atau di zaman hadits itu diriwayatkan dan kemudian melakukan periwayatan hadits.


Atau dengan kata lain ulama hadits yang zaman hidup mereka datang lebih dahulu disebut sebagai golongan Mutaqaddimin.

Maka haditsnya pun disebut hadits mutaqaddimin.

Pengertian mutaakhirin

Mutaakhirin adalah ulama yang hidup di luar zaman periwayatan hadits.

Atau dengan kata lain, ulama yang zaman hidup mereka datang kemudian disebut golongan Mutaakhirin.
Maka haditsnya pun disebut hadits mutaakhirin.

Ada perselisihan pandangan dalam menentukan batasan yang memisahkan antara zaman Mutaqaddimin dan Mutaakhirin.


Tempo 300 tahun pertama adalah mencakupi sebagian besar tokoh yang memberikan sumbangan cukup luar biasa dalam bidang keilmuan Islam termasuk sahabat dan tabiin sebagai periwayat hadits mutaqaddimin.

Ulama tersebut di antaranya Abu Hanifah (wafat 150H), al-Awza'i (wafat 156H), Syu'bah (wafat 160H), Sufyan al-Thawri (wafat 161H), al-Laith bin Sa'd (wafat 175H), Malik bin Anas (wafat 179 H), Ibn al-Mubarak (wafat 181H), al-Qattan (wafat 189H), Sufyan bin 'Uyaynah (wafat 198H) dan 'Abd al-Rahman bin Mahdi (wafat 198H).

Diikuti seterusnya oleh as-Syafie (wafat 204H), Ibn Ma'in (wafat 233H), Ibn al-Madini (wafat 234H), Ishaq bin Rahuyah (wafat 238H), Ahmad (wafat 240H), al-Bukhari (wafat 256H), Muslim (wafat 261H), Abu Zur'ah (wafat 264H), Abu Dawud (wafat 275H), Abu Hatim (wafat 277H), al-Tirmidhi (wafat 279H), al-Bazzar (wafat 292H), al-Nasa'i (wafat 303H) dan ramai lagi.

Mengutip Prof Dr H Abustani Ilyas M Ag, Dosen Universitas Islam Alaudin dalam tulisannya mengatakan bahwa ilmu hadis sekarang ini telah banyak mendapat perhatian dan lahan kajian pada dua kelompok ulama besar yakni ulama mutaqaddimin dan mutaakhirin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved