Dinsos Vs Pratiwi Noviyanthi

Nasib Pratiwi Noviyanthi Terancam Dijerat TPPO? Pengacara Beri Penjelasan : Hormati Penyidik

Kasus jemput paksa 10 anak asuh Pratiwi Noviyanthi yang dilakukan Dinsos kota Tangerang bersama Kemensos dan Bareksrim Polri kini berbuntut panjang.

|
Editor: Moch Krisna
Kolase Youtube Uya Kuya
Febri Turnip Kuasa Hukum Pratiwi Noviyanthi Bicara Soal Kliennya Dijerat Sangkaan TPPO 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kasus jemput paksa 10 anak asuh Pratiwi Noviyanthi yang dilakukan Dinsos kota Tangerang bersama Kemensos dan Bareksrim Polri kini berbuntut panjang.

Setelah Pratiwi Noviyanthi selaku pemilik yayasan menampung anak asuh tersebut terancam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Adapun Pratiwi Noviyanthi sudah mendatangi Bareksrim Polri selaku pihak memanggil guna meminta keterangan.

Lalu akankah Pratiwi Noviyanthi bakal terjerat dengan sangkaan tersebut?

Kuasa hukum Pratiwi Noviyanthi, Febri Turnip angkat bicara soal hal tersebut dalam podcast youtube Uya Kuya tayang pada Kamis, (10/8/2023).

Berdasarkan analisanya sebagai kuasa hukum, Febri Turnip menyangksikan kliennya akan terjerat kasus TPPO.

Pasalnya sampai saat ini belum ada satu petunjuk kegiatan ini yang berhubungan dengan tersangka TPPO.

"Kita hormati penyelidikan bareskrim itu hak mereka, tapi dari sisi pandang kita sudah penelitian dan konfirmasi ke klien dan staff itu tidak ada," ujarnya.

Lebih Jauh Febri Turnip mengatakan, kliennya Pratiwi Noviyanthi untuk apa melakukan TPPO.

"Apa gunanya seorang Novi ini melakukan TPPO, padahal kegiatan sudah dilakukan sejak lama sebelum di youtube,"terangnya.

Apalagi harus mengobarkan kegiatan yang sudah lama karena hanya persangkaan TPPO.

"Ini saya rasa tidak sejalan mereka (Dinsos-red) lakukan sebelumnya, harusnya jika Novi ada yang salah dibina, harusnya dapat Privilege (Hak Istimewa," tuturnya.

Youtuber Pratiwi Noviyanthi ungkap alasan belum lama ini menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023). Dipanggil karena adanya aduan dugaan TPPO
Youtuber Pratiwi Noviyanthi ungkap alasan belum lama ini menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023). Dipanggil karena adanya aduan dugaan TPPO (youtube Uya Kuya TV/ig/pratiwi_noviyanthi)

Bantah Pisahkan Dengan Orangtua Kandung

Pratiwi Noviyanthi dengan tegas membantah soal anak asuhnya diambil Dinsos lantaran dirinya pisahkan ibu ODGJ dengan anaknya.

Menurut Pratiwi Noviyanthi, dirinya hanya dititipkan merawat anak dari ODGJ dan bukan adopsi secara pribadi dilansur dari channel youtube Uya Kuya TV, Kamis (10/8/2023).

Dengan suara bergetar, Pratiwi Novinyanthi menangis saat pihak kemensos meminta untuk membawa anak asuhnya. Ia mengaku tidak pernah meminta biaya bantuan sepeserpu dari siapapun (youtube Uya Kuya TV/ig/pratiwi_noviyanthi)
Pratiwi Noviyanthi mengungkap bahwa ia merawat anak asuhnya lantaran orang tua mereka mengalami gangguan jiwa serta kekurangan untuk hidup.

Ia menyebut bahwa selama ini pihaknya tak pernah mengadopsi anak, namun hanya dititipkan oleh orang tua yang miliki kondisi ekonomi buruk atau mengalami gangguan jiwa.

"Mereka tau kalau siapa saya bawa, mereka tidak mempermasalahkan, misal saya bawa bu Siti dari Semarang sampai melahirkan bayi di saya, kalau dia orang tidak mampu, mereka di terima tapi anaknya dirawat sama kami, dititipkan," katanya.

Bahkan Pratiwi Noviyanthi menyebut bahwa anak asuhnya dapat diambil kembali dengan syarat orangtuanya sudah mampu.

"Kami tidak pernah mengadopsi anak, tapi semua dititip rawat, apabila sudah mampu mereka boleh ambil kembali.

Tapi satu syarat buat ODGJ mereka harus ada surat sehat dari RSJ dan mampu, layak untuk merawat anak tersebut supaya apa? supaya tidak menyakiti anaknya," kata Pratiwi Noviyanthi.

Sementara itu, soal anak asuhnya yang dibawa paksa, Pratiwi Noviyanthi menyebut jika sebelumnya dirinya memiliki hubungan baik dengan Dinsos Tangerang.

Curhat Pratiwi Noviyanthi Ngaku Tak Maksimal Bantu ODGJ, Sempat Lepaskan Ibu dan Anak di Palembang
Curhat Pratiwi Noviyanthi Ngaku Tak Maksimal Bantu ODGJ, Sempat Lepaskan Ibu dan Anak di Palembang (youtube/Uya Kuya TV / instagram/pratiwinoviyanthi_real)

Bahkan ia pernah mendapat penghargaan atas aksinya membantu ODGJ hingga anak terlantar.

"Sebenernya saya berkolaborasi dengan Dinas Kota Tangerang pun dulu sering, bukan ga ada hubungan," kata Novi.

"Mereka tau kamu mengurus anak ODGJ?," tanya Uya Kuya.

"Tau karena di 2021 saya pernah mendapatkan penghargaan sosok Inspiratif dari mereka, mereka tau karena waktu di wawancara mereka nanya kamu sudah berkontribusi apa ke Kota Tangerang," pungkas Pratiwi Noviyanthi.

"Saya jelaskan kalau saya membantu ODGJ daerah sini, daerah sini, saya sebutkan semua makanya saya mendapatkan penghargaan juara 3 sosok Inspiratif," sambungnya.

"Jadi kalo emang berkolaborasi sebatas membantu ada ODGJ nih, dibantu, ditarok di panti, udah itu selesai.

Aku yang menginformasikan dan meminta bantuan gitu, terus kita bawa ke panti, rumah singgah, udah selesai," jelas Novi.

Pratiwi Noviyanthi pun mulai bergerak keluar kota jika mendapatkan laporan ODGJ terlantar yang tak diurus oleh Dinsos.

"Ya beriringan waktu kita ga ke Tangerang aja, sampe ke LubukLinggau, Palembang, Lampung, Riau karena saya mendapat informasi via DM instagram dan kondisinya urgent kata informan tersebut bahwa sudah melaporkan ke Dinsos sana tidak direspon, yaudah akhirnya saya bergerak untuk membantu mereka," kata Pratiwi Noviyanthi.

Hal tersebut lah yang membuat Pratiwi Noviyanthi merasa syok saat momen pihak Dinas Sosial membawa paksa anak asuhnya.

"Awalnya ga ada, jadi posisinya lagi bantu ODGJ di daerah Cikarang ya terus tiba tiba pengasuh panik langsung nelpon ga saya angkat, akhirnya nelpon ke Asisten saya bilang ada yang urgent jadi saya balik.

Katanya ada polisi 3 mobil dari Bareskrim Mabes Polri, akhirnya pengasuh saya telpon untuk berkomunikasi dengan salah satu pihak yang ada disana 'Bapak tunggu saya, saya OTW sana'

Pas saya sampe sana kebetulan juga ada Kemensos RI, katanya didampingi oleh Tim Reaksi Cepat," jelasnya.

Pratiwi Noviyanthi Bongkar Alasan Bantu Orang Terlantar, Sebut Dinsos Jarang Merespon Cepat (youtube/Uya Kuya TV)
"Saya sampe disana, mereka bilang 'Sebentar ya mbak tunggu dari Dinas Sosial kota Tangerang lagi meluncur kesini'.

Saya langsung telpon pak Heru karena kenal, saya tanya 'Bapak mau kesini ya gini gini', 'Ha, engga kok' ternyata dia ga tau, ternyata yang dateng itu Pak Tatang mewakili dinas sosial kota Tangerang," kata Pratiwi Noviyanthi.

Pratiwi Noviyanthi mengatakan jika pihak Dinsos menayakan soal akte notaris hingga berkas izin merawat kesepuluh para anak asuhnya.

"Akhirnya dateng dan langsung menanyakan akte notaris kami, kita berikan, ternyata disitu juga atas tidak adanya izin operasional, jadi kalau nama sudah Legal di 16 desember 2021, tapi setelah saya meminta maaf mereka malah menanyakan pemberkasan anak, ini anak darimana, ya saya jawab ada di video karena dari mindset saya sistemnya transparan ga saya tutupin karena takut penggelapan anak, dan lain lain.

Nah pas tanya soal pemberkasan, admin saya di Jogja, mbak Poppy, saya telpon telpon ga diangkat, jadi saya bilang dibawa admin, katanya.

"Mereka bilang mau lihat kondisi para bayi kami di lantai 2, saya jelaskan semua kondisinya, ada Ibu Tuti ODGJ yang kita rawat sama anaknya ditanya tanya gimana perawatan disini dibilang bagus, dan makan 3 kali, 4 kali suka suka saya, itu ada rekamannya di video kita sebagai bukti.

Sebelumnya juga dia bilang makan 1 kali tunggu suaminya yang pengamen sekaligus tukang mabuk baru bisa makan," jelasnya.

Namun saat itu pihak kemensos tetap meminta untuk membawa anak asuhnya.

"Langsunglah saya dipanggil ibunya (Pihak Kemensos) ngomong 'gimana ya buk ngomongnya' 'kenapa bu' saya gelagat hati sudah gak enak, ternyata mereka bilang 'Mbak Novi dengan berat hati kami harus mengambil dan mengamankan 10 anak," ungkap Pratiwi Novinyanthi yang menangis.

Pratiwi Novinyanthi mengatakan alasan pihak Kemensos, Dinsos dan kepolisian mengambil anak asuhnya karena berkaitan pemberkasan.

Novi sempat memohon agar anak-anak asuhnya tidak dibawa, bahkan ia rela bersujud di kaki Dinas Sosial.

Pasalnya, Novi mengaku tidak pernah meminta biaya sepeserpun dari siapapun untuk merawat anak di Yayasannya.

"Saya sudah memohon saya bilang, saya mau bersujud di kaki ibu, tolong jangan bawa anak saya, saya tau ibu seorang perempuan, walaupun saya belum melahirkan belum menikah dan punya anak tapi saya rawat dari kandungan ibunya sampai melahirkan tanpa bantuan biaya sepeserpun," sambungnya dengan gemetar.

Hal tersebut membuat Pratiwi Noviyanthi menyinggung ada sesuatu dibalik penjemputan paksa yang dilakukan Dinsos.

Mengingat kondisi anak-anak yang dirawatnya tidak kekurangan bahkan tidak dalam keadaan terancam.

"Mereka dengan seenaknya pada saat mereka sudah sehat tumbuh kembang sudah baik langsung mau mengambil seperti ada sesuatu yang urgent gitu, sedangkan kondisinya sehat gak ada kekurangan satupun, kenapa harus dibawa?" terang Novi.

Menurutnya, pihak yang terlibat di lokasi tersebut bisa memberikan kesempatan waktu untuk Novi jika memang ada masalah dalam mengurus pemberkasan.

"Kalau memang ada masalah pemberkasan dan lain-lain tolong kasih kami kesempatan jangan anak kami yang dievakuasi, apakah dengan mengevakuasi anak-anak kami bisa mengurus pemberkasan, kan enggak, tolong kasih kami waktu setidaknya dua minggu atau sebulan untuk menyelesaikan ini semua," ungkapnya.

Disinggung soal provokasi, Pratiwi Noviyanthi mengaku berjalan apa adanya untuk memperjuangkan anak-anak asuhnya di depan publik.

"Saya disini menjelasin provokasi apanya, saya disini live apa adanya seperti itu keadaannya kita tunjukan, hati yang mana gak hancur saya dari penghasilan segini untuk menghidupkan semua anak-anak yang saya rawat," tegas Novi.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved