Demo Warga Tegal Binangun

Ancam Demo Lebih Besar, Warga Tegal Binangun Kecewa Pemprov Sumsel Minta Waktu 30 Hari Cari Solusi

Ancam Demo Lebih Besar, Warga Tegal Binangun Kecewa Pemprov Sumsel Minta Waktu 30 Hari Cari Solusi

|
SRIPOKU/OKI PRAMADANI
Ratusan massa dari Forum Masyarakat Taman Sasana Patra (TSP) dan Patra Abadi (PA) Bersatu geruduk Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (26/7/2023) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ratusan massa yang menggelar aksi demo terkait tapal batas wilayah Banyuasin-Palembang di Tegal Binangun kecewa Pemprov Sumsel meminta waktu 30 hari untuk mencari solusi. 

Aksi demo di  depan Kantor Gubernur Sumsel dilakukan oleh massa gabungan dari warga Kompleks Sasana Patra dan Patra Abadi 

Mereka menolak wilayah tempat tinggalnya masuk Kabupaten Banyuasin dan tetap bersikukuh menjadi warga Kota Palembang.

Setelah dari dua jam melakukan aksi demo ratusan massa demo langsung membubarkan diri dengan tertib. 

Sebelumnya, sudah ada hasil audiensi perwakilan massa dengan pemerintah Provinsi Sumsel yang disepakati.

Dalam audiensi tersebut pemerintah Provinsi Sumsel meminta tenggat waktu 30 hari untuk memediasi pemerintah Pemprov Palembang dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ingin Tetap Palembang, Warga Tegal Binangun Lakukan Aksi Protes Tolak Masuk Banyuasin

Warga yang melakukan aksi tergabung dalam forum Masyarakat Taman Sasana Patra dan Patra Abadi Bersatu di Depan Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (26/7/2023)
Warga yang melakukan aksi tergabung dalam forum Masyarakat Taman Sasana Patra dan Patra Abadi Bersatu di Depan Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (26/7/2023) (Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati)

Setelah mendengar sampai hasil dari mediasi tersebut, ratusan massa aksi tampak agak sedikit kecewa.

Sebab mereka belum bisa mendapatkan kepastian tentang desakan mereka yang menolak masuk wilayah Kabupaten Banyuasin.

"Lama sekali mintak waktu 30 hari," teriak ratusan massa aksi demo warga Kompleks Sasana Patra dan Patra Abadi Tegal Binangun yang menolak masuk wilayah Kabupaten Banyuasin, Rabu (26/7/2023).

Teriakan kekecewaan tersebut juga diiringi dengan sorakan yang menunjukkan rasa kekecewaan mereka.

Namun Ketua Forum Warga Taman Sasana Patra dan Patra Abadi Suhardi Suhai yang saat itu menyampaikan hasil audiensi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel langsung menenangkan massa.

Ia meminta massa aksi untuk bersabar menunggu hasil audiensi antara pemerintah Provinsi Sumsel dengan Pemkot Palembang dan Pemkab Banyuasin.

"Sabar, kita harus maklumi karena memang membutuhkan waktu untuk mendapatkan keputusan," ujar dia dihadapan ratusan massa aksi.

Namun ia dengan lantang mengatakan apabila keinginan mereka untuk masuk wilayah Palembang tidak terpenuhi maka akan melakukan aksi yang jauh lebih besar.

"Tapi ingat bila tidak sesuai maka kami akan kembali lakukan aksi demo yang lebih besar," terang dia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved