Berita Nasional
Penyebab Kebakaran Besar di Gedung K Link Tower, Dua Orang Mengalami Luka Luka
Inilah penyebab kebakaran di gedung K Link Tower di Jalan Gatot Subroto Kavling 59A RT 001 RW 004 kelurahan kuningan timur kecamatan Setiabudi, Jakar
TRIBUNSUMSEL.COM -- Inilah penyebab kebakaran di gedung K Link Tower di Jalan Gatot Subroto Kavling 59A RT 001 RW 004 kelurahan kuningan timur kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan terjadi pada sabtu (15/7/2023).
Melansir dari Tribunjakarta.com, kebakaran itu diduga berasal kebocoran tabung gas milik Kafe Canai di lantai 7 gedung.
Kebocoran itu menyebabkan percikan api.
"Api yang muncul dari tabung gas lalu merambat ke videotron di luar bangunan dan merambat hingga lantai 16," kata Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Selatan, Deni Andreas .
Luas kantin yang terbakar sekitar 48 meter persegi.
Akibat kebakaran tersebut, dua orang mengalami luka-luka di kafe Canai.
"Korban Chef Cafe Canai bernama Hasdi (57) dan satu orang di kafe tersebut bernama Diah (23) mengalami luka-luka ringan," tambahnya.
Api yang menyala sempat hendak dipadamkan oleh pihak gedung. Namun, api yang kadung membesar membuat pihak internal gedung kesulitan sehingga memanggil petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan.
Pihak Gulkarmat Jakarta Selatan menerima informasi kebakaran sekitar pukul 10.03 WIB.
Pihaknya mengerahkan total 22 unit mobil pemadam dan 115 petugas Gulkarmat ke lokasi kebakaran.
Sekitar pukul 12.05 WIB, api dinyatakan padam.
Acara Pernikahan Bubar
Di waktu bersamaan, ada pasangan pengantin yang tengah menggelar pesta pernikahan di gedung tersebut, tepatnya di lantai 5.
Pesta itu pun bubar karena para tamu panik menyelamatkan diri.
Salah satunya adalah Junaedi, keluarga mempelai pengantin pria.
Saat hendak mengikuti acara adat di sebuah pernikahan, tiba-tiba saja ia melihat kepulan asap hitam menyeruak dari kaca luar gedung lantai lima.
Junaedi dan sejumlah orang di lantai tersebut merasa curiga dengan pemandangan tak biasa tersebut.
Ternyata, ia mulai tersadar bahwa kepulan asap itu bersumber dari api yang tengah mengamuk di gedung tersebut sekitar 10.45 WIB.
Berselang 20 menit, tiba-tiba ia mendengar alarm berbunyi.
Akan tetapi, suara alarm tersebut sangatlah kecil.
Junaedi dan orang-orang di sana panik bukan kepalang.
Terlebih lagi tidak ada pengumuman dari pihak internal gedung terkait masalah apa yang sebenarnya terjadi.
Saat itu, ada sekitar 60 orang yang berada di lantai lima, pihak keluarga mempelai laki-laki, perempuan maupun para tamu undangan.
Mereka berhamburan keluar gedung demi menyelamatkan diri.
Junaedi mendengar teriakan agar orang-orang memilih lewat tangga darurat. Lewat lift bukan lah pilihan yang tepat.
"Tadi berebut, kaki jadi pegel karena enggak pernah pakai cara manual. Jadi capek sekali. Ada yang keseleo juga tadi," kata Junaedi pada Sabtu (15/7/2023) dilansir Tayangan KompasTV.
Akhirnya, Junaedi dan orang-orang di pernikahan itu pun keluar dari gedung dan dikumpulkan di area parkiran kendaraan.
Acara akad nikah itu digelar di lantai lima K-Link Tower pada pukul 07.00 WIB.
Adapun acara resepsi pernikahan rencananya bakal dimulai pukul 11.00 WIB.
Namun karena kebakaran tterjadi, resepsi pernikahan tersebut dihentikan sementara.
Saat kejadian, pengantin, pihak keluarga, panitia, hingga tamu undangan berhamburan keluar dari gedung.
Berdasarkan foto yang beredar terlihat pengantin pria menggunakan beskap adat jawa, berdiri di pinggir jalan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kebakaran-melalap-Gedung-K-Link-Tower-di-Jalan-Gatot-Subroto.jpg)