Breaking News

seputar islam

Didiklah Anakmu Sesuai Zamannya Bukan Zamanmu, Berikut Makna Hadits ini, Tentang Pendidikan Anak

Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Didiklah Anakmu Sesuai Zamannya Bukan Zamanmu, Berikut Makna Hadits ini, Tentang Pendidikan Anak 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Didiklah Anakmu Sesuai Zamannya Bukan Zamanmu, Berikut Makna Hadits ini, Tentang Pendidikan Anak.


Mendidik anak di zaman sekarang bukanlah semudah membalikkan tangan. Ada trik khusus yang perlu terus dipelajari dan dicari jalan keluarnya oleh orangtua dan para pendidik bangsa yaitu para guru. Salah satunya dengan cara islami sesuai yang dianjurkan junjungan kita Rasulullah SAW.

Ada satu hadits yang sering diunggah netizen di medsos. Haditsnya sangat menarik dan patut menjadi renungan dalam pendidikan anak-anak kita.


Rasulullah bersabda:

"Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian". (H.R. Ali Bin Abi Thalib).


Ahmad Supardi, ASN Kementerian Agama RI dalam sebuat tulisannya mengatakan bahwa dari hadist tersebut,  jelas bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini serba berubah.

Sesuatu yang hari ini istimewa, tapi pada 10 atau 20 tahun mendatang bisa jadi hanya hal yang biasa-biasa saja.

Sesuatu yang hari ini mustahil, bisa jadi pada 10 atau 20 tahun mendatang adalah hal yang sangat mudah sekali.

Pada tahun 1981 atau sekitar 35 tahun lalu, tamatan SMA/ MA sederajat sangat dicari- cari untuk diusulkan jadi pegawai negeri sipil (PNS), tapi sekarang atau sejak 5 tahun terakhir, jenjang SMA sama sekali tidak masuk dalam kategori penerimaan pegawai, kecuali honorer.


Kondisi tersebut terus berubah, bahkan saat ini tamatan S1 atau S2 sudah tidak terlalu istimewa lagi, apalagi dimasa depan. Fenomena itu menggambarkan kemajuan zaman yang terus berubah.

Artinya, ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan.


Karena itu, agar para guru, para orangtua terus mengembangkan pengetahuannya dalam Ilmu Pengetahuan, dan mengajarkan anak- anak sesuai dengan kepentingan masa yang akan datang, bukan masa kini apalagi masa lalu.

Ketika zaman berubah tentu tantangannyapun berubah, baik itu tantangan untuk bertahan hidup, tantangan dalam pergaulan, tantangan dalam menuntut ilmu serta tantangan-tantangan lainnya.

Perubahan zaman inipun berdampak pada perubahan cara kita mendidik dan berkomunikasi dengan anak.

Guru dan orang tua harus mempelajari dan mengamati perkembangan zaman, agar mampu beradaptasi secara optimal.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved