Arti Kata Bahasa Arab

Arti Allahummar Zuqni Fiihi Rahmatal Aytaam, Doa Menyantuni Anak Yatim, Kesempatan di Bulan Muharram

Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Allahummar Zuqni Fiihi Rahmatal Aytaam, Doa Menyantuni Anak Yatim, Kesempatan di Bulan Muharram 

TRIBUNSUMSEL.COM --Arti Allahummar Zuqni Fiihi Rahmatal Aytaam, bacaan doa menyantuni anak yatim, Kesempatan berbuat baik di bulan Muharram

Berikut ini Bacaan doa ketika menyantuni anak yatim semoga menjadi amal kebaikan dan Allah ridho kepada kita.


اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلامِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْآمِلِينَ

 

Arab Latin:

Allahummar Zuqni Fiihi Rahmatal Aytaam wa Ith’aamat Tha’aam wa Ifsyaas Salaam wa Shuhbatal Kiraam Bithoulika Yaa Maljal Aamiliin.


Artinya:
“Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.”


Anak yatim adalah anak yang istimewa, mereka telah ditinggalkan orang ayahnya sehingga membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya. Sebab mungkin ibunya sendiri kewalahan memenuhi kebutuhan si anak.

 

Maka dari itu ada anjuran bagi umat muslim untuk menyantuni anak yatim. Bentuk santunan kepada anak yatim pun bermacam-macam. Seperti memberikan bantuan fisik berupa aket sembako, uang tunai, pakaian, atau sumbangan hari raya seperti sekarang menjelang bulan Muharram.

Namun selain itu, dukungan semangat juga merupakan santunan anak yatim yang baik pula. Bahkan mengusap anak yatim pun merupakan tindakan yang sangat dianjurkan karena hal tersebut akan memberi tambahan semangat kepada si anak.


Menyantuni Anak Yatim yang Paling Utama

Suatu ketika istri Ibnu Mas’ud, Zainab hendak menemui Rasulullah SAW. Namun di depan pintu rumah Nabi, ada seorang perempuan dari golongan Anshar yang juga ingin menemui Rasulullah SAW.


Zainab kemudian berkata padanya dan memohon kepada Bilal menyampaikan kepada Rasulullah SAW ada dua perempuan yang tengah menunggu di depan pintu rumah beliau. Zainab ingin bertanya tentang sedekah kepada suami dan anak yatim di rumah mereka, apakah mereka akan mendapatkan balasan pahala?


Bilal pun masuk dan menyampaikan pertanyaan tersebut. Rasulullah SAW bertanya, “Siapa mereka berdua?”
Bilal menjawab, “Seorang wanita Anshar dan Zainab.”
Nabi SAW bertanya, “Zainab yang mana?”
“Zainab istri Abdullah (Ibnu Mas’ud).”
Kemudian, Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal, “Mereka berdua mendapatkan dua pahala, yakni pahala menjaga kekerabatan dan pahala sedekah” (HR Bukhari dan Muslim).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved