Berita OKI
5 Tahun Berjalan, Program Replanting Sawit di OKI Berhasil Lakukan Peremajaan 21 Ha Kelapa Sawit
Selama lima tahun berjalan kurun waktu 2017-2022, program replanting sawit di OKI berhasil melakukan peremajaan 21.000 hektare kelapa sawit.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Bertujuan mendorong keberlanjutan perkebunan kelapa sawit serta industri sawit turunannya menjadi kembali produktif, dilakukan program replanting sawit atau peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Selama lima tahun berjalan kurun waktu 2017-2022, program replanting sawit di OKI berhasil melakukan peremajaan 21.000 hektare kelapa sawit
Program peremajaan kelapa sawit diprakarsai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Republik Indonesia.
Dikatakan Bupati OKI, H Iskandar SE bahwa revitalisasi ribuan hektar perkebunan sawit menyasar petani yang tergabung di 26 Koperasi Unit Desa (KUD) di Bumi Bende Seguguk.
"Dengan lahan yang sudah di replanting seluas 21.000 hektar, maka daerah kita dinobatkan menjadi daerah dengan peremajaan kelapa sawit terluas di provinsi Sumatera Selatan," ujarnya kepada awak media pada Jum'at (14/7/2023) sore.
Baca juga: Pemkab Luncurkan Mall Pelayanan Publik Muara Enim, Ada 24 Gerai Instansi dan 289 Layanan
Ditambahkan Iskandar, realisasi penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) di OKI juga merupakan tertinggi di Sumsel dengan persentase mencapai 92,8 persen atau senilai Rp 1.425.120.749.00.
"Dengan adanya program KUR ini tentunya dapat membantu para petani sawit untuk meningkatkan penghasilan melalui program peremajaan. Itulah yang membuat ekonomi masyarakat menjadi meningkat," ungkapnya.
Disamping itu pihaknya juga membuka akses produk koperasi atau umum ke pasar retail modern melalui kerjasama dari Pemkab OKI dengan minimarket.
"Untuk mendukung ekpansi tersebut, maka kami memfasilitasi 33 UMKM produk halal agar bisa masuk kedalam pasar retail modern," tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah membuat gagasan melalui program 1 desa 1 koperasi sudah muncul sejak 2008 silam.
"Karena saya tahu betul kondisi daerah ini, permasalah dan kendala yang kami hadapi, kemajuan harus di mulai dari desa sama dengan semangat nawa cita pak presiden," tukasnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Program-replanting-sawit-di-OKI-atau-peremajaan-kelapa-sawit.jpg)