Cara dan Tips
Cara Mengatasi Sakit Kepala Secara Efektif dan Penyebab Sakit Kepala di Sekitar Ubun-Ubun
Menurut buku Mencegah dan Mengatasi Sakit Kepala milik Dr. Iskandar Junaidi yang terbit pada tahun 2021 lalu, terdapat beberapa penyebab sakit kepala
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Sakit kepala merupakan gejala yang kerap dialami oleh kebanyakan orang, hal tersebut menjadi bertandanya adanya sebuah penyakit atau gangguan diarea kepala.
Untuk mengetahui penyebab pasti dari sakit kepala yang diderita, Anda sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter.
Dilansir dari buku Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik karya Jonathan Gleadle (2003) pada Selasa (4/7/2023), sakit kepala bisa menjadi gejala penyakit yang serius dan berbahaya. Terlebih, jika keluhan tersebut terjadi secara berulang dengan intensitas yang cukup sering.
Sakit kepala bisa dirasakan pada area tertentu, seperti pada bagian atas ubun-ubun.
Lantas apa penyebab sakit kepala pada bagian atas ubun-ubun dan bagaimana cara mengatasinya?
Penjelasan selengkapnya terlah Tribunsumsel.com rangkum dalam artikel ini.
Baca juga: Mengeluh Sakit Kepala Parah, Pria Ini Tak Sadar Peluru Bersarang di Kepalanya, Kronologi Terungkap
Penyebab Sakit Kepala di Area Ubun-Ubun
Menurut buku Mencegah dan Mengatasi Sakit Kepala milik Dr. Iskandar Junaidi yang terbit pada tahun 2021 lalu, terdapat beberapa penyebab sakit kepala di area ubun-ubun, yakni sebagai berikut:
1. Sakit kepala tegang
Sakit kepala yang terasa tegang biasanya disebabkan oleh kontraksi otot di daerah kepala dan leher.
Sakit kepala ini bisa menyebabkan rasa sakit ringan, sedang, hingga berat di bagian kepala, leher, belakang mata, dan atas ubun-ubun.
Biasanya sakit kepala ini bersifat episodik, di mana pasien akan merasakan keluhannya 1-2 kali per bulan.
Ketegangan sakit kepala disebabkan oleh kontraksi otot di daerah kepala dan leher.
2. Kurang tidur
Orang yang kurang tidur cenderung berisiko terkena sakit kepala bagian atas hingga ubun-ubun.
Sakit kepala ini biasanya disebabkan oleh kelelahan dan masalah pada tulang belakang.
Keluhan sakit kepala akan terasa saat sedang tidur dan bangun tidur.
Pasien akan merasakan tekanan yang ekstrem pada puncak kepalanya, sehingga kepala terasa lebih berat dari biasanya.
Baca juga: Menteri Perdagangan Sampai Sakit Kepala Tak Bisa Atasi Kenaikan Harga Gula dan Minyak Goreng
3. Neuralgia Oksipital
Neuralgia oksipital adalah nyeri yang muncul pada bagian belakang kepala hingga leher yang disebabkan oleh gangguan saraf sensorik.
Pada kebanyakan kasus, sebagian penderita juga dapat merasakan nyeri, seperti ditusuk di area ubun-ubun.
Penderita gangguan saraf ini akan merasa tidak nyaman untuk beraktivitas.
Sebab, gejala yang dirasakan akan semakin parah jika terlalu banyak bergerak.
4. Sakit kepala cluster (cluster headache)
Sakit kepala kluster juga dapat memicu timbulnya sakit kepala di bagian atas.
Umumnya sakit kepala yang satu ini lebih terasa di bagian belakang kepala. Namun, nyeri dapat menjalar dan berpindah hingga ke area atas kepala.
Rasa nyeri akibat sakit kepala cluster biasanya terjadi berulang kali. Bahkan, ada yang mungkin merasakan sakitnya sebanyak delapan kali dalam sehari.
Rasa sakit yang Anda alami mungkin memuncak setelah 5-10 menit lamanya. Setelah itu, rasa sakit ini bisa terasa hingga kurun waktu tiga jam.
Saat mengalaminya, mata dan hidung Anda mungkin memerah dan membengkak di sisi kepala yang terasa sakit.
Tak hanya itu, Anda mungkin lebih sensitif terhadap cahaya, suara, hingga bau-bauan.
Setelah mengetahui penyebab sakit kepala di bagian atas area ubun-ubun, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan para penderitanya untuk meredam hingga menghilangkan rasa sakit.
Cara Mengatasi Sakit Kepala di Area Ubun-Ubun (bagian Atas Kepala)
Dilansir dari Alodokter.com (4/7/2023), berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi timbulnya keluhan sakit kepala:
- Beristirahat cukup dan mengatur waktu tidur yang teratur selama 7-8 jam setiap malam
- Batasi aktivitas yang berat dan jangan terlalu lelah
- Jika sakit kepala terasa mengganggu dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau asam mefenamat
- Makan secara teratur, jangan terlambat makan karena dapat memicu sakit kepala
- Minum cukup air putih 2-3 liter sehari untuk mencegah dehidrasi yang dapat menimbulkan sakit kepala
- Hindari konsumsi kafein, alkohol dan rokok
- Batasi konsumsi MSG (monosodium glutamat)
- Hindari paparan sinar matahari yang terik
- Berolahraga secara teratur
- Meminimalisir stres
Namun apabila keluhan terus berlanjut maka ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat ditelusuri.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang jika diperlukan (seperti tes darah, CT Scan dan sebagainya) untuk menelusuri penyebabnya sehingga penanganan yang tepat dapat diberikan bagi Anda sesuai dengan kondisi dasarnya.
Cek Artikel Tribunsumsel.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Penyebab-Sakit-Kepala-di-Sekitar-Ubun-Ubun-dan-Cara-Mengatasinya-Secara-Efektif.jpg)