Berita Internasional

Batal Kudeta Presiden Vladimir Putin, Tentara Bayaran Wagner Balik Kanan Tak Jadi Tuju Moskow

Tentara bayaran Wagner batal menuju ke ibu kota Rusia, Moskow dalam rangka mengkudeta presiden Vladimir Putih.Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan

Editor: Moch Krisna
Screenshoot Youtube The Sun
Pasukan Tentara Bayaran Wagner menguasai kota Rostov 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tentara bayaran Wagner batal menuju ke ibu kota Rusia, Moskow dalam rangka mengkudeta presiden Vladimir Putih.

Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin dalam sebuah rekaman audio, sabtu (24/6/2023) melansir dari Tribunnews.com.

"Kami mengurungkan niat dan kembali lagi ke arah lain menuju ke kamp kami serta sesuai dengan rencana yang ada," katanya.

Pengumuman tersebut disampaikan ketika Pemerintah Belarusia mengklaim Presiden Alexander Lukashenko telah mencapai kesepakatan dengan Prigozhin untuk menghentikan pasukannya menuju Moskow.

"Pagi ini, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta negara mitranya, Belarusia terkait situasi di Rusia Selatan dengan grup tentara bayaran, Wagner," demikian pernyataan dari Pemerintah Belarusia."

"Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang ada, Presiden Belarusia, menambahkan terkait situasi melalui salurannya sendiri, dan atas persetujuan Presiden Rusia, maka diadakanlah pembicaraan dengan bos Wagner, Yevgeny Prigozhin," demikian kata Pemerintah Belarusia.

Dari adanya pertemuan tersebut, Prigozhin pun menyetujui proposal yang disodorkan oleh Lukashenko terkait penghentian gerakan grup Wagner menuju Moskow.

"Yevgeny Prigozhin accepted the proposal of the Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko untuk menghentikan gerakan dari Wagner menuju daerah Rusia dan meminta mundur untuk mengurangi tensi eskalasi," kata Pemerintah Belarusia.

Sebelumnya, dilansir AFP, Prigozhin memulai kudetanya pada Jumat (23/6/2023) usai menuding militer Rusia sengaja untuk melancarkan serangan rudal terhadap pasukannya di Ukraina.

Kendati demikian, pihak Rusia membantah hal tersebut.

Setelah ketegangan dengan Grup Wagner mereda, Kremlin mengumumkan bakal mengakhiri kebijakan operasi kontraterorisme yang menempatkan pasukan dan kendaraan militer di beberapa wilayah termasuk Moskow.

Sebelum adanya mediasi dengan Belarusia, Putin menyampaikan dalam pidatonya dengan menuding Grup Wagner sebagai makar dan telah berkhianat terhadap negara.

Namun, pidato Putin itu pun dibantah Prigozhin dengan menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah makar.

Prigozhin pun menyatakan bahwa dirinya dan Grup Wagner merupakan seorang patriot.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved