Info Haji Sumsel 2023
Ustadz Fauzan Memang Bercita-cita Ingin Meninggal di Mekah, Jemaah Haji Asal Lubuklinggau Wafat
Jemaah haji H Fauzan Aziz Bin M. Yamin asal Kota Lubuklinggau meninggal dunia. Semasa hidup Ustadz Fauzan memang bercita-cita meninggal di Mekah.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Salah satu jemaah haji H Fauzan Aziz Bin M Yamin asal Kota Lubuklinggau meninggal dunia, Jumat (23/6/2023).
Semasa hidup Ustadz Fauzan jemaah haji kloter 16 asal Kota Lubuklinggau Sumsel selalu bercita-cita meninggal di Mekah.
Pesan itu kerap disampaikan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas ini setiap bertemu dengan anak-anak dan keluarganya menjelang berangkat ke tanah suci
Pendakwah berusia 63 tahun ini sebelum meninggal sempat menjalani perawatan di RumAh Sakit King Faisal pada, Jumat 05 Zulhijjah 1444 H/23 Juni karena sakit.
Setelah menjalani perawatan kondisinya semakin menurun dan wafat pada pukul 14.35 waktu Saudi Arabia.
Fauzan berangkat ke tanah suci tahun ini bersama dengan istrinya Ariani (57 tahun).
Baca juga: Menantu Bunuh Mertua di Musi Rawas, Korban Asal Empat Lawang, Jenazah Belum Diambil Keluarga
Thorik Al Aziz anak keempat Fauzan mengenang, ayahnya sebagai sosok panutan dan selalu bercita-cita ingin meninggal di Mekah.
"Firasat tidak ada, tapi sebelum berangkat selalu bercerita dengan anak-anaknya selalu ingin meninggal di Mekah," ungkapnya pada Tribunsumsel di rumah duka, Sabtu (24/6/2023).
Namun, karena ini merupakan haji ke delapan kali ayah mereka, anak-anaknya sedikit mengabaikan dan menganggap ayahnya hanya bercanda.
"Kalau kami ini tidak ada hal-hal yang membuat kami anggap firasat, tapi saat kumpul keluarga selalu pesan, bila beliau (ayahnya) tidak bakal pulang, ai aku tidak pulang lagi tapi dengan bahasa candaan," ujarnya.
Bahkan, sebelum berangkat ayahnya kembali berpesan apabila tidak pulang ke tanah air meminta anak-anaknya untuk saling menjaga dan hidup rukun.
"Sebelum berangkat itu sempat bilang lagi, kalau aku dak balek lagi, tolong jago adek beradek, (kalau saya tidak kembali lagi tolong jaga adik beradik), tetap istiqomah belajar agama, belajar agama dan jalankan," ujarnya.
Mempunyai Riwayat Sakit Sakit Jantung
Ustadz Fauzan sebelumnya dijadwalkan berangkat tahun 2020 lalu, namun karena pandemi baru bisa berangkat tahun 2023 ini.
Thorik mengaku sebelum berangkat ke tanah suci ayahnya memang mempunyai riwayat penyakit jantung, tapi sebelum berangkat selalu rutin berobat ke dokter dan terapi akhirnya lolos tes kesehatan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.