Breaking News

Hari Buruh 2023

15 Puisi Hari Buruh 1 Mei 2023 Penuh Makna dan Inpirasi dari Wiji Thukul

Kumpulan Puisi-puisi untuk memperingati Hari Buruh tanggal 2 Mei khusus dari Aktivis Wiji Tukul yang pernah dibacakan.

Penulis: M Fadli Dian Nugraha | Editor: Abu Hurairah
Tribun Sumsel
Hari Buruh 1 Mei 2023 

TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut ini merupakan kumpulan Puisi untuk Memperingati Hari Buruh 1 Mei penuh inpirasi dari Wiji Thukul.

Baca juga: 25 Ucapan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2023, Inspiratif Bangkitkan Semangat Para Pekerja

1. Kucing, Ikan Asin Dan Aku


Seekor kucing kurus menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini  aku meloncat
kuraih pisau biar kubacok ia biar mampus


ia tak lari tapi mendongak menatapku
tajam mendadak lunglai tanganku
-aku melihat diriku sendiri! lalu kami berbagi

kuberi ia kepalanya (batal nyawa melayang)
aku hidup ia hidup kami sama-sama makan

2. Isyarat


Peringatan Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik


Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah


Kebenaran pasti terancam Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan! (Solo, 1986)

3. Bunga dan Tembok

Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak Kau kehendaki adanya


Engkau lebih suka membangun Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu


Tapi di tubuh tembok itu Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami Di manapun tirani harus tumbang! (Solo, ’87 - ’88)

4. Sajak Suara

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diamaku

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved