Berita Banyuasin Bangkit

Rahasia Sehat Bupati Askolani, Sampai Ada Vitamin Paling Manjur

Rahasia Bupati Banyuasin H Askolani Jasi tetap menjaga kesehatan agar kegiatan bisa tetap berjalan.

|
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Bupati Banyuasin H Askolani Jasi saat disambut warga dalam acara safari ramadan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Jadwal yang padat, pastinya harus tetap menjaga kesehatan sehingga kegiatan bisa tetap berjalan

Hal inilah yang harus dilakukan seorang pejabat publik seperti Bupati Banyuasin H Askolani Jasi

Orang nomor satu di Kabupaten Banyuasin ini, lebih memilih untuk banyak terjun ke lapangan ketimbang di dalam kantor

Terlebih, saat bulan ramadan ini kegiatan pastinya akan meningkat yang salah satunya safari ramadan.

Lokasi yang di datangi untuk safari ramadan, juga tidak dekat

Untuk sampai ke lokasi, ada yang harus menempuh perjalanan darat sampai 4 jam lamanya.

Begitu pula dengan perjalanan air, yang menumpang speedboat harus menempuh hingga 3.5 jam perjalanan.

"Pastinya senang dan bahagia, bila bisa bertemu dengan masyarakat langsung. Kalau sudah bertemu dengan masyarakat, capek, lelah hingga letih bisa hilang secara sendirinya," ujar Askolani, Minggu (9/4/2023)

Padatnya aktivitas, menurut Askolani tidak dapat dipungkiri tenaga juga dapat terkuras

Bila tak bisa memaksimalkan waktu dan juga agenda yang telah ada, bisa-bisa mengalami sakit atau opname di rumah sakit

Namun, padatnya aktivitas dan agenda yang ada, Askolani pengakuan jangan sampai menjadi beban kerja.

Harus dijalani dengan enjoy dan ikhlas, sehingga badan yang capek pasti akan tidak terasa.

"Kalau saya, suplemen pasti minum tapi suplemen yang terbuat dari bahan tradisional seperti kunyit, jahe madu. Ada satu vitamin yang sebetulnya sangat ampuh dari vitamin pada umumnya, vitamin itu yakni senyuman masyarakat. Melihat senyuman masyarakat saat kita tiba, itulah yang menjadi vitamin yang tidak ada jualannya," ungkap Askolani.

Baca juga: Safari Ramadan di Desa Upang Ceria, Bupati Askolani Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sedangkan, untuk mensiasati waktu tidur yang harus cukup, Askolani mengaku bila waktu tidur malam kurang maka ia menambah waktu tidur saat diperjalanan

Saat diperjalanan baik itu darat maupun air, sebisa mungkin digunakan untuk istirahat

Dengan demikian, waktu tidur bisa cukup bila dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin walaupun kegiatan atau agenda sebagai bupati terbilang sangat padat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved