Berita Selebriti

Alasan Nindy Ayunda Minta Perlindungan ke LPSK, Ungkap Diteror Oknum Diduga TNI

Nindy Ayunda mendatangi kantor Pembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk meminta perlindungan karena merasa mendapat teror oknum diduga TNI.

Instagram/nindyparasadyharsono
Nindy Ayunda datang LPSK untuk meminta perlindungan karena merasa diteror oknum diduga TNI. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Nindy Ayunda mendatangi kantor Pembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk meminta perlindungan karena merasa mendapat teror oknum diduga TNI, Kamis (6/4/2023).

Pernyataan itu disampaikan Nindy sekaligus untuk membantah kehadiran dirinya ke kantor LPSK ada kaitannya dengan kasus hukum yang kini menjerat Dito Mahendra.

Sebelumnya, ketika tiba di kantor LPSK, Nindy sempat enggan memberi keterangan.

Baca juga: Alasan Tersangka Sebar Video Baju Bekas Impor Sitaan Jadi Hadiah Lebaran, Ternyata Tak Suka Polri

Dirinya baru menyampaian keterangan pada awak media setelah pelaporan yang dibuatnya ke LPSK selesai dilakukan.

“Dan tadi saya juga mau mengklarifikasi sebentar, kan ada yang tadi postingan dari berita online ini terkait dengan isu (pengalihan isu Dito Mahendra,” kata Nindy Ayunda, Kamis (6/4/2023), seperti dikutip dari Tribunnews.

Pelantun tembang “Buktikan” itu menegaskan bahwa tujuannya mendatangi LPSK adalah untuk meminta perlindungan karena mengalami teror dari preman dan anggota TNI.

“Ke sini urusan pribadi, dan tidak ada keterkaitannya jadi saya mau minta perlindungan ke LPSK karena saya sendiri juga tidak tahu kenapa saya bisa disatronin oleh oknum TNI. Dan saya sudah melaporkan ini ke Puspom TNI,” papar Nindy.

Sementara itu, kuasa hukum Nindy Ayunda, Abu Said Pelu berharap kliennya yang menjadi korban dugaan ancaman dan intimidasi itu mendapatkan perlindungan dari LPSK.

“Harapan kami tentu LPSK dapat memberikan perlindungan kepada klien kami,” ucap Abu.

Dia sendiri belum mengetahui apa yang menjadi masalah sehingga Nindy Ayunda mendapatkan teror dan ancaman.

“Nah kalau terkait kasus nanti kami akan jelaskan lebih lanjut lagi karena kami sendiri sampaikan tidak tahu ini terkait kasus apa, sehingga mendapatkan ancaman teror intimidasi,” pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas TV

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved