Maling Tewas Dipukuli Massa Musi Rawas

Kronologis Maling Tewas Dipukuli Massa di Musi Rawas, Sempat 2 Kali Congkel 2 Rumah Warga

Kronologis maling tewas dipukuli massa di Musi Rawas terungkap. Diduga pelaku sempat dua kali mencongkel 2 rumah warga.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EKO MUSTIAWAN
Kronologis maling tewas dipukuli massa di Musi Rawas terungkap, Selasa (4/4/2023). Diduga pelaku sempat dua kali mencongkel 2 rumah warga. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Kronologis maling tewas dipukuli massa di Musi Rawas terungkap.

Sebelum tewas diamuk massa, diduga pelaku pencurian ternyata sempat dua kali mencongkel 2 rumah milik warga di Desa Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel.

Fakta itu diungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo, Suyono saat diwawancarai, Selasa (4/4/2023).

Suyono menceritakan, kronologis awal kejadian bermula pada pukul 02.00 Wib, pelaku berhasil mencokel pintu rumah belakangan milik warga di Dusun 7.

"Pintu itu sudah terbuka, tapi kepergok sama istri pemilik rumah. Kemudian pelaku ini, lari ke arah selatan atau ke jalan keluar," kata Suyono.

Setelah itu, sekira pukul 03.00 Wib giliran rumah warga di Dusun 6, dengan modus yang sama yakni mencongkel pintu rumah.

"Sama modusnya congkel pintu, pintu sudah terbuka. Tapi lagi-lagi ketahuan oleh istri pemilik rumah yang terbangun, dan pelaku pun lari ke arah selatan," ungkapnya.

Baca juga: Disnaker Lubuklinggau Buka Posko Pengaduan THR 2023, Pencairan Sebelum H-10 Lebaran

Istri pemilik rumah pun teriak, dan teriakannya didengar oleh petugas ronda yang tak jauh dari rumah korban, dan hanya berjarak tak lebih dari 100 meter.

"Karena teriakan, petugas ronda datang ke rumah korban melihat situasi. Pelaku ini sudah lari kearah selatan," jelasnya.

Selanjutnya, warga yang mendengar informasi itu terus mengepung pelaku, hingga akhirnya tertangkap di Dusun 5 di kebun jati.

"Kemungkinan pelaku ini sendiri, tapi tidak tahu kalau ada kawannya," ucapnya.

Setelah pelaku ditangkap, dia pun melapor ke Polres dan Polsek.

Tapi saat dia kembali, pelaku sudah tergelatak di jalan di depan Kantor Desa.

"Jadi kami tidak tahu, kapan di massanya," ungkapnya.

Ditambahkan Sekdes, kemudian jelang beberapa menit, ada anggota petugas polres yang datang dan membawa pelaku ke rumah sakit," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved