Berita Muara Enim untuk Rakyat

Dinkes Muara Enim Targetkan Zero Malaria

tiga penyakit HIV/AIDS, TBC, Malaria memang perlu integrasi, dan bukan hanya Dinas Kesehatan tetapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Editor: Sri Hidayatun
Humas Pemkab Muaraenim
Asisten III bersama Kadinkes Muara Enim mengikuti rapat penguatan perencanaandan penganggaran pemerintah daerah dalam upaya danpencegahan penyakit AIDS, TBC, Malaria Kabupaten Muara Enim 2023. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- Dinas Kesehatan ( Dinkes) Muara Enim, menargetkan Bumi Serasan Sekundang zero kasus malaria. 

Hal tersebut terungkap pada rapat pertemuan penguatan perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah dalam upaya dan
pencegahan penyakit AIDS, TBC, Malaria Kabupaten Muara Enim 2023 di ruang Pangripta Sriwijaya, Rabu (29/3/2023).

"Mohon doa dan dukungannya. Semoga Kabupaten Muara Enim zero malaria," ujar Kadinkes Muara Enim dr Eni Zatila usai menghadiri rapat.

Eni menjelaskan, bahwa dalam rapat tersebut membahas tiga penyakit HIV/AIDS, TBC, Malaria memang perlu integrasi, dan bukan hanya Dinas Kesehatan tetapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait termasuk program CSR.

Kalau hanya mengandalkan Dinas Kesehatan maka tidak akan selesai seperti menyelesaikan masalah stunting, masalah jamban dan sebagainya.

Baca juga: Kaffah Terima Piala UHC Award dari Mendagri, Muaraenim Pelopor UHC di Sumsel

"Seluruh permasalahan kesehatan ini kita harapkan seluruh OPD yang terkait saling sinergi seperti contoh untuk apa tuberkulosis ada tiga penyebab, ada tiga lingkaran, ada tiga sisi. Namun yang harus kita intervensi yaitu dari agent-nya sendiri karena agent-agent-nya itu adalah kumannya," jelasnya.

Eni menerangkan bahwa proses penyebab penyakit tersebut adalah kuman penyebabnya.

Baca juga: Muara Enim Kembali Dapat Adipura, Ratusan Tim Pasukan Biru Dapat Sembako

Untuk mengatasinya pasiennya harus diobati dan lingkungan harus diintervensi seperti tempat tinggalnya jika tidak layak maka bisa direhab melalui program bedah rumah, jika jamban atau sanitasi tidak higienis dan layak maka bisa juga dibangunkan atau diintervensi oleh Dinas Perkim.

Semuanya diserahkan tanggungjawab sesuai tupoksi masing-masing sehingga penanganannya benar-benar bisa komprehensif.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved