Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi

Profil AKBP Harissandi Kapolres Lubuklinggau, Jejak Karir Lulusan AKPOL 2000

Profil AKBP Harissandi Kapolres Lubuklinggau  Polda  Sumatera Selatan (Sumsel). lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000.

|
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Kapolres Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) AKBP Harissandi 

"Saya ingin masuk Polisi karena orang tua saya seorang Polisi, bagaimana caranya saya tiga bersaudara kakak saya kuliah adik saya SMA, karena biaya besar itu, saya langsung cari sekolah ikatan dinas biar bisa mengabdi kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Lika liku perjuangannya tidak mudah, sebelum dinyatakan lulus Harissandi sempat gagal masuk Akpol, bahkan, ketika berkunjung di tempat ayahnya bertugas ia sempat disarankan teman-teman ayahnya untuk masuk Bintara saja.

"Tapi saya katakan saya tetap mau nyoba Akpol dulu, akhirnya berkat doa orang tua dan ibu selalu mensuport, saya keterima masuk Akpol, walau pun sempat gagal tahun 1996 dan kedua kalinya 1997 baru lulus," ungkapnya.

Lulus menjadi taruna Akpol tahun 2000 merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi Harissandi dan orang tuanya. Karena menurutnya di wilayah Madura kala itu yang bisa lulus Akpol itu hanya anaknya Bupati, Jaksa, dan bos tembakau.

Bahkan ia mengenang, dari daerahnya itu satu-satunya taruna Akpol yang saat itu menggunakan angkutan bus hanya ia dan temannya, sementara temannya yang lain  diantar orang tuanya pakai mobil.

"Sementara saya hanya anak Polisi biasa, saya dan teman saya itu sekarang pangkatnya juga Letkol angkatan laut, kami naik bus, waktu itu sangat terharu sekali, bisa mengajak kedua orang tua saya ke istana negara termasuk kakak dan adik saya," ujarnya.

Menurut Harissandi kesuksesannya sebagai seorang Polisi saat ini tak lepas dari doa orang tuanya terutama doa dari ibunya yang tak pernah lelah mendukungnya ketika gagal.

"Doa ibu itu sangat manjur sekali, ayah saya sudah meninggal tahun 2007 lalu, ibulah yang melahirkan kita, dan setelah saya jadi saya memang bertekad ingin membahagiakan orang tua terutama ibu dan adik saya," ungkapnya.

 

Jejak Karir

 

Setelah dinyatakan lulus Akpol tahun 2000 Harissandi pertama kali berdinas di Polda DIY Yogyakarta.

Awalnya ia bertugas sebagai anggota satuan Brigadir Mobil (Brimob) biasa, kemudian dua tahun kemudian atau tahun 2002 pindah ke bidang reserse.

Sejak saat itu karir Harissandi lebih banyak dihabiskan di bidang reserse.

"Kenangan tak terlupakan saya pernah mengungkap 48 pucuk senjata api di Polda DIY dapat penghargaan PTIK," ungkapnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved