Ramadhan 2023

5 Contoh Puisi Bertemakan Bulan Ramadhan 1444H/2023, Ramadhan Tiba - Ramadhan Yang Ku Rindu

Bagi kamu yang membutuhkan referensi puisi bertema bulan Ramadhan dapat menyimak sajian puisi dalam artikel ini, yang telah Tribunsumsel.com rangkum d

Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com
5 Contoh Puisi Bertemakan Bulan Ramadhan 1444H/2023, Ramadhan Tiba - Ramadhan Yang Ku Rindu 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bulan Ramadhan jadi salah satu bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim, karena dibulan ini terdapat banyak sekali kemuliaan serta syafaat dari allah SWT.

Dalam rangka menyambut bulan yang suci ini, sejumlah orang kerapkali memberikan ucapan selamat berupa puisi indah bertema bulan Ramadhan, untuk keluarga teman hingga sahabat muslim melalui media sosial.

Bagi kamu yang membutuhkan referensi puisi bertema bulan Ramadhan dapat menyimak sajian puisi dalam artikel ini, yang telah Tribunsumsel.com rangkum dari berbagai sumber:

Puisi Bulan Ramadhan Yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

1. Ramadhan Yang Kurindu

Langit malam yang berbintang
Di saat cahaya Ramadan mulai mendekat
Dalam bulan yang dirindukan
Bulan yang sungguh penuh pengampunan

Bersinar dalam Ramadan indah
Yang selalu dinanti ke datangannya
Dalam tiap tahunnya
Marhaban Ya Ramadan

Cahaya kian mendekat
Melewati hari demi hari
Bulan yang banyak dirindukan umat
Bulan suci penuh ampunan

‪‎Segala salah dan dosa kian terkikis
Memohon ampun di bulan penuh berkah ini
Marhaban ya Ramadan
Ku rindu hadirmu dalam tiap doa-doaku

‪‎Bulan tempatku memohon tobat
Allahu Ya Rabbhi
Keagungan-Mu sungguh begitu besar
Dalam Ramadan yang indah

2. Ramadhan Tiba

Bila Ramadan telah tiba
Berubahlah semua suasana
Semua Muslim bersuka ria
Menerima bulan Ramadan yang mulia

Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga
Sore hari boleh kita berbuka
Malam hari didirikan salat malam
Tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an

Bulan Ramadan bulan mulia
Sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya
Dapat mencapai kesucian dirinya
Memperoleh pahala berlipat ganda

Berpuasa sungguh mulia
Walaupun berat dirasa
Menahan makan sejak fajar
Menahan diri dengan hati sabar

Azan magrib telah terdengar
Kita berbuka terasa segar
Akhir malam makan sahur
Tak lupa kita bersyukur

3. Doa Ramadhan

Ya Allah…..
Dalam dekapan Ramadan suci ini
Berikan hamba-Mu ini kesadaran
Betapa bulan ini adalah gudang

Yang menyimpan stok rahmat
Dalam sepuluh ruang tamunya
Berikan pada hamba
Makna luas ruang magfirah-Mu

Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarga
Tancapkan keyakinan pada diri hamba tentang janji-Mu
Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulan-Mu
Menggambar kebebasa dari api abadi-Mu

Ya Allah…
Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayat-Mu
Merangkul tiang rumah-Mu

Merayu-Mu tiap malam
Mengingat-Mu dalam dua puluh gerak istirahatku
Menjenguk-Mu dalam detik-detik sahurku
Menemani mata hati mengelilingi hari-hari-Mu

Ya Allah…
Hamba bersimpuh dalam belai kuasa-Mu
Mengakui kelemahan dan kesalahan nafsi
Membeberkan aib sendiri

Membuka rahasia pribadi
Kepada-Mu!
Menggorek dosa-dosa satu persatu
Berharap siraman deras ampunan-Mu

Ya Allah…
Bersama laju bulah penuh rahmat ini
Hamba lomtarkan ide-ide hamba
Menjelaskan planning

Mendiskusikan visi masa depan
Mengadukan keinginan
Menumpuk harapan-harapan
Dan meletakanya di atas tangan-Mu

Ya Allah…
Sedikit sekali yang kuminta
Dalam luas kuasa-Mu yang terbuka

4. Puasa Dipertanyakan

Niaga dan kongsi banyak yang berhenti
Jam kerja dipangkas dikurangi
Tidur sepanjang hari diberi arti
Katanya, demi Ramadan bulan suci

Raga dimanja-manja
Lemas diduga khusuk puasa
Berkeringat banyak diwanti-wanti
Takut puasa tak kuat sehari

Katanya, puasa untuk Tuhan
Hingga tarawih mesti semalaman
Tadarus palingkan kehidupan
Mulut-mulut semata wiridan

Lalu di mana puasa hendak berperang?
Jika serba sendirian menjadi pilihan
Jalan pagi sunyi bak di pengungsian
Menangkah berperang jika sambil tiduran?

Ramadan mestilah bukan sebulan kemalasan
Bukan pula bulan hentikan kepedulian
Justru bangkit menangkan keimanan
Cumbui Tuhan dan berjibaku
untuk martabat kemanusiaan

5. Di Penghujung Ramadhan

Kala kerinduan belumlah usai
Kala penghayatan dalam
doa belumlah sempurna

Menapaki lajunya perjalanan
yang tiada henti
Menyusuri lorong yang
penuh liku menghadang

Kuingin Kau basuh dalam renunganku
Saat Kau pancarkan cahaya
dalam bulan nan mulia
Mengharapkan ampunan dalam
sujudku yang panjang
Masihkah kan kupalingkan wajah ini?

Ingin kuhapus semua noda dan dosa

Ingin kuhempas semua kobaran emosi dalam dada
Meluruhkan jiwa yang sarat dengan hasrat
Tenggelam dalam tangisan penuh sesal

Sanggupkah kan kutapaki hariku?
Menyongsong esok yang t’lah siap menanti

Semoga di penghujungmu ya Ramadhan
Ampunan Illahi kan terpancar
lewat pribadi nan luhur.

***

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved