Seputar Islam
18 Surat Pendek Untuk Sholat Tarawih, Urutan Lengkap Latin Arab dan Artinya
Kumpulan-Kumpulan Surat Pendek Alquran Untuk Melaksanakan Sholat Tarawih Lengkap Hingga Berjumlah 20 Surat Pendek Untuk Dibaca.
Penulis: M Fadli Dian Nugraha | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut ini urutan bacaan surat pendek shalat Tarawih lengkap bacaan latin dan artinya
Shalat Tarawih dapat dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid, musala, ataupun di rumah.
Selain itu shalat Tarawih juga bisa dilakukan secara sendirian.
Adapun dalam mengerjakan shalat tarawih terdapat bacaan surat-surat pendek yang dibaca secara urutan.
Sholat Tarawih Dengan Urutan Surat Pendek
Baca juga: Bacaan Bilal Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat Lengkap Doa Kamilin, Download PDF Gratis
1: Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Arab-Latin: qul huwallāhu aḥad
Artinya: 1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
allāhuṣ-ṣamad
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
lam yalid wa lam yụlad
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
2: Surat Al-Lahab
تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ
Arab-Latin: tabbat yadā abī lahabiw wa tabb
Artinya: 1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ
mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
sayaṣlā nāran żāta lahab
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ
wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ
fī jīdihā ḥablum mim masad
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
3: Surat Al Nashr
إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ
Arab-Latin: iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ
Artinya: 1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا
wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā
2. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا
fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā
3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat
4: Surat Al Kafirun
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ
Arab-Latin: qul yā ayyuhal-kāfirụn
Artinya: 1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
lā a’budu mā ta’budụn
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
lakum dīnukum wa liya dīn
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
5: Surat At Takatsur
أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ
Arab-Latin: al-hākumut-takāṡur
Artinya: 1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ
ḥattā zurtumul-maqābir
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
kallā saufa ta’lamụn
3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
ṡumma kallā saufa ta’lamụn
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ
kallā lau ta’lamụna ‘ilmal-yaqīn
5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ
latarawunnal-jaḥīm
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ
ṡumma latarawunnahā ‘ainal-yaqīn
7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ
ṡumma latus`alunna yauma`iżin ‘anin-na’īm
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
6: Surat Al Asr
وَٱلْعَصْرِ
Arab-Latin: wal-‘aṣr
Artinya: 1. Demi masa.
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
innal-insāna lafī khusr
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
7: Surat Al Humazah
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
Arab-Latin: wailul likulli humazatil lumazah
Artinya: 1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ
allażī jama’a mālaw wa ‘addadah
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ
yaḥsabu anna mālahū akhladah
3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ
kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah
4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ
wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ
nārullāhil-mụqadah
6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ
allatī taṭṭali’u ‘alal-af`idah
7. yang (membakar) sampai ke hati.
إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ
innahā ‘alaihim mu`ṣadah
8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۭ
fī ‘amadim mumaddadah
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
8: Surat Al Fiil
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
Arab-Latin: a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl
Artinya: 1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ
a lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl
3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ
fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
9: Surat Al Quraisy
لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ
Arab-Latin: li`īlāfi quraīsy
Artinya: 1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ
īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ
falya’budụ rabba hāżal-baīt
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ
allażī aṭ’amahum min jụ’iw wa āmanahum min khaụf
4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
10: Surat Al Maun
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ
Arab-Latin: a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn
Artinya: 1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ
fa żālikallażī yadu”ul-yatīm
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
fa wailul lil-muṣallīn
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhụn
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ
allażīna hum yurā`ụn
6. orang-orang yang berbuat riya,
وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ
wa yamna’ụnal-mā’ụn
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
11: Surat Al Kautsar
إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
Arab-Latin: innā a’ṭainākal-kauṡar
Artinya: 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
fa ṣalli lirabbika wan-ḥar
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
inna syāni`aka huwal-abtar
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
12. Surat Al Lahab
تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ
Arab-Latin: tabbat yadā abī lahabiw wa tabb
Artinya: 1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ
mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
sayaṣlā nāran żāta lahab
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ
wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ
fī jīdihā ḥablum mim masad
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
13: Surat An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ
Arab-Latin: qul a’ụżu birabbin-nās
Artinya: 1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
مَلِكِ ٱلنَّاسِ
malikin-nās
2. Raja manusia.
إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ
ilāhin-nās
3. Sembahan manusia.
مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ
min syarril-waswāsil-khannās
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ
allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ
minal-jinnati wan-nās
6. dari (golongan) jin dan manusia.
Baca juga: LINK PDF Bacaan Bilal Sholat Tarawih 11 Rakaat dan Jawaban, Lengkap Doa Kamilin
14: Surat Al Qari'ah
ٱلْقَارِعَةُ
Arab-Latin: al-qāri’ah
Artinya: 1. Hari Kiamat,
مَا ٱلْقَارِعَةُ
mal-qāri’ah
2. apakah hari Kiamat itu?
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ
wa mā adrāka mal-qāri’ah
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ
yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ
4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ
wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy
5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ
fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ
wa ammā man khaffat mawāzīnuh
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ
fa ummuhụ hāwiyah
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ
wa mā adrāka mā hiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
نَارٌ حَامِيَةٌۢ
Arab-Latin: nārun ḥāmiyah
Artinya: 11. (Yaitu) api yang sangat panas.
Rakaat 15: Surat Al Adiyat
وَٱلْعَٰدِيَٰتِ ضَبْحًا
Arab-Latin: wal-‘ādiyāti ḍab-ḥā
Artinya: 1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
فَٱلْمُورِيَٰتِ قَدْحًا
fal-mụriyāti qad-ḥā
2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
فَٱلْمُغِيرَٰتِ صُبْحًا
fal-mugīrāti ṣub-ḥā
3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
فَأَثَرْنَ بِهِۦ نَقْعًا
fa aṡarna bihī naq’ā
4. maka ia menerbangkan debu,
فَوَسَطْنَ بِهِۦ جَمْعًا
fa wasaṭna bihī jam’ā
5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٌ
innal-insāna lirabbihī lakanụd
6. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
wa innahụ ‘alā żālika lasyahīd
7. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
wa innahụ liḥubbil-khairi lasyadīd
8. dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.
۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِى ٱلْقُبُورِ
a fa lā ya’lamu iżā bu’ṡira mā fil-qubụr
9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
وَحُصِّلَ مَا فِى ٱلصُّدُورِ
wa huṣṣila mā fiṣ-ṣudụr
10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌۢ
Arab-Latin: inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
Artinya: 11. sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.
Rakaat 16: Surat Al Zalzalah
إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
Arab-Latin: iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
Artinya: 1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
وَأَخْرَجَتِ ٱلْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
وَقَالَ ٱلْإِنسَٰنُ مَا لَهَا
wa qālal-insānu mā lahā
3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا
bi`anna rabbaka auḥā lahā
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ
yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a’mālahum
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
fa may ya’mal miṡqāla żarratin khairay yarah
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
wa may ya’mal miṡqāla żarratin syarray yarah
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Rakaat 17: Surat Al Bayyinah
لَمْ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ
Arab-Latin: lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah
Artinya: 1. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
رَسُولٌ مِّنَ ٱللَّهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً
rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),
فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
fīhā kutubung qayyimah
3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.
وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ
wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ
innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ
innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ
jazā`uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālika liman khasyiya rabbah
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Rakaat 18: Surat Al Qadr
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
Arab-Latin: innā anzalnāhu fī lailatil-qadr
Artinya: 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
wa mā adrāka mā lailatul-qadr
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Baca juga: Ruwahan Bulan Syaban 2023, Ziarah Kubur dan Kirim Doa Para Arwah Jelang Bulan Ramadhan 1444H
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Urutan-20-Surat-Pendek-Alquran-Untuk-Sholat-Tarawih-Lengkap-Untuk-Dibaca.jpg)