Berita SMKPP Sembawa

Smart Farming, KUR, dan Milenial Amunisi Andalan Kementan Bangun Pertanian Indonesia

Syahrul berharap, anak muda mampu menggagas ide besar dalam meciptakan peluang baru di masa yang akan datang.

Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi SMK PP Sembawa
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Mengusung tema “Smartfarming Mendukung Peningkatan Produktivitas Pertanian”, Mahasiswa dimotivasi untuk menjadi enterpreneur di bidang pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi namun juga pada bisnis. Didepan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) pada Selasa (28/02/2023). 

“Pertanian itu tugas dan Jalan Hidup kita untuk memdapatkan duit sebanyak-banyaknya. Pertanian itu harus melalui bisnis, itu jalan dan peluang besar untuk mendapat duit sebanyak-banyaknya,"ungkap dia.

Untuk menjadi enterpreneur pertanian yang mampu membangun sistem agribisnis, Dedi mengatakan setidaknya ada 3 amunisi penting yaitu, Smartfarming, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Kolaborasi.

Menurutnya 3 aspek tersebut akan menjadi bahan bakar membangun agribisnis Indonesia.

“Smartfarming dengan pemanfaatan bioscience, teknologi, dan Internet of things. Ini ranah dari ilmuwan dan pakar, ranah para milenial,"tegasnya.

Sementara KUR, diibaratkan Dedi sebagai bahan bakar motor tanpa BBM tidak akan jalan, sama halnya dengan usaha, modal adalah BBM nya.

"Tanpa modal, usaha akan sulit berkembang. Pemerintah sudah memfasilitasi para pengusaha untuk dapat mengkases KUR sebagai suntikan dana usahanya,” jelas Dedi.

Amunisi ketiga, lanjut Dedi, yaitu Kolaborasi dan membangun jejaring, 

“Sekarang saatnya Berkolaborasi bukan kompetisi, bersanding bukan bertanding, merangkul bukan saling pukul, karena membangun ekosistem agribisnis itu butuh kerjasama. Rugi jika kita hanya memikirkan diri sendiri,” pesannya.

Pada akhir sesi, Dedi berpesan kepada seluruh hadirin bahwa sejatinya membangun agribisnis harus melihat dan mengawinkan beberapa aspek. 

“Yang kalian harus pikirkan itu adalah berbagai aspek. Lihat pasarnya, mau dibuang kemana, mau dijual kemana hasil produksi pertanian yang kalian usahakan agar tidak  merugi,” pungkasnya.

Sementara Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto yang bertindak sebagai moderator juga berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa semangat berkecimpung dalam dunia pertania. 

“Pertanian itu keren, tanpa pertanian berarti tidak ada pangan, dan tanpa pangan maka tidak ada kehidupan. Maka anak-anakku semua, saudara-saudaraku Petani Milenial, kalian harus bangga menggeluti dunia pertanian,” jelas Bambang.

Baca berita menarik lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved