Berita Palembang
Mengenal Sosok Ki Marogan Palembang, Sang Ulama Tersohor di Sumsel
Mengenal sosok Ki Marogan Palembang, Ulama Tersohor keturunan sultan Palembang
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Ki Marogan, Ulama tersohor di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Diketahui, Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri zikir dan haul akbar Datuk Kiai Marogan di Kertapati.
Ribuan masyarakat juga tumpah ruah menghadiri zikir dan haul tersebut.
Sekertaris Acara Zikir dan Haul R.M Ali Ahdor mengatakan, Kiai Muara Ogan atau Ki Marogan mempunyai nama lengkap Masagus Haji Abdul Hamid bin Mahmud alias Cek Kanang.
"Kiai Marogan lahir di Kampung Karang Berahi yang kini namanya Kelurahan Kertapati, maka orang-orang menyebutnya Kiai Muara Ogan atau Kiai Marogan," kata Ali, Minggu (19/2/2023).
Ali menceritakan, Ki Marogan lahir di fajar hari tahun 1227 Hijriah atau tahun 1811 Masehi dari seorang ayah bernama Masagus Mahmud alias Cek Kanang dan ibunda Masagus Abdul Hamid atau seorang wanita Siam (Cina) bernama Verawati.
Cek Kanang merupakan pengusaha atau pedagang yang juga seorang ulama dan beliau merupakan keturunan ningrat atau raja-raja Palembang.
Masagus Abdul Hamid atau Kiai Marogan ini mempunyai saudara laki-laki bernama Kiai Masagus Haji Abdul Aziz atau disebut juga Kiai Mudo.
Baca juga: Kunci Jawaban Modul 1 Asesmen Awal Pembelajaran Numerasi, Lengkap Latihan Pemahaman Hingga Post Test
Dijuluki Kiai Mudo karena lebih muda dari Ki Marogan.
Kiai Muda juga menyebarkan atau mengajarkan agama Islam, tetapi tidak setenar kakaknya Kiai Marogan.
Selain mengajarkan agama Islam, beliau juga mendirikan dan memperbaiki masjid-masjid yang ada di daerah tempat beliau berdakwah seperti di dusun Pedu, Pemulutan Ulu, OKI, Ulak Kerbau Lama, Musholla di 5 Ulu Laut Palembang dan lain-lain.
Berbagai peninggalan Ki Marogan yaitu ada dua masjid yaitu Masjid Muara Ogan di kelurahan Kertapati dan Masjid Mujahidin Lawang Kidul di keluaran 5 Ilir Palembang.
Kedua Masjid ini dibiayai dan diarsiteki langsung oleh Kiai Marogan.
Kiai Marogan wafat pada hari Selasa malam Rabu tanggal 17 Rajab tahun 1319 Hijrah, bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1901 Masehi.
Beliau wafat dalam usia 90 tahun dan dimakamkan di gubah disamping Masjid Muara Ogan Kertapati, Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/mengenal-sosok-ki-merogan.jpg)